<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AR Junaedi</title>
	<atom:link href="http://arjunaedi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arjunaedi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Sep 2008 10:23:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='arjunaedi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AR Junaedi</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://arjunaedi.wordpress.com/osd.xml" title="AR Junaedi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://arjunaedi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CEO Cipaganti: Masalah adalah Berkah!</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/09/16/ceo-cipaganti-masalah-adalah-berkah/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/09/16/ceo-cipaganti-masalah-adalah-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 10:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/09/16/ceo-cipaganti-masalah-adalah-berkah/</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari anak SMA yang terpaksa tidak bisa melanjutkan kuliah. Dan harus membantu orang tua dalam bisnis snack. Ya, dari makanan ringan, kini bisnisnya telah merambah berbagai bidang: Transportasi, Properti, Alat Berat dan Pertambangan. Inilah yang dipaparkan CEO Cipaganti Andianto Setiabudi, di radio Smart Fm pagi ini dalam acara Smart Business Strategy. Brand Cipaganti mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=228&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SNE3xFJBZ9I/AAAAAAAAAXU/6YvKhsWfPME/s1600-h/Andianto.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SNE3xFJBZ9I/AAAAAAAAAXU/6YvKhsWfPME/s200/Andianto.jpg" border="0" /></a><br />Bermula dari anak SMA yang terpaksa tidak bisa melanjutkan kuliah. Dan harus membantu orang tua dalam bisnis snack. Ya, dari makanan ringan, kini bisnisnya telah merambah berbagai bidang: Transportasi, Properti, Alat Berat dan Pertambangan.</p>
<p>Inilah yang dipaparkan CEO Cipaganti Andianto Setiabudi, di radio Smart Fm pagi ini dalam acara Smart Business Strategy.</p>
<p>Brand Cipaganti mungkin kita kenal dengan rental mobilnya. Namun ini cuma bagian kecil dari kerajaan bisnisnya saat ini.</p>
<p>Bisnisnya mengalir bukan karena direncanakan, dipersiapkan atau ditimbang-timbang. Namun semua justru terjadi ketika masalah muncul. </p>
<p>Blessing in Disguise!</p>
<p>Ketika masih SMA, Andi muda diminta orangtuanya untuk membantu bisnis makanan ringan. Dia harus melupakan mimpinya untuk meneruskan kuliah. Masalah keuangan yang kurang mendukung, memaksanya serius dibisnis keluarga untuk mencetak keuangan.</p>
<p>Belajar mengasah naluri entrepreneurnya Andi berhasil mengembangkan pemasaran produknya dari hanya Bandung, kemudian sekitar Jawa Barat, Jakarta sampai ke Jawa Tengah. Usaha snacknya kemudian menjadi pencetak keuntungan yang bisa menopang keuangan keluarga. Bahkan saat itu bisa memiliki sebuah pabrik sncak dari sebelumya hanya industri rumahan. </p>
<p>Sayangnya keberhasilan memperluas jaringan usaha ini tidak didukung oleh armada angkutan yang dimiliki saat itu. Masalah muncul. Armada tuanya banyak yang tidak bekerja dengan baik. Ini berakibat pada besarnya pengeluaran untuk perbaikan yang tentu saja menggerogoti keuntungan usaha.</p>
<p>Menyerah? Tidak ada dalam kamus Andi!</p>
<p>Yang terlintas saat itu adalah menjual armada tuanya dan mengganti dengan yang baru. Sebelum dijual, mobil itu dipoles terlebih dahulu, baru kemudian dijual.</p>
<p>Ternyata, dari penjualan armada tuanya justru menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Dari sini, Andi melihat PELUANG baru! Beli mobil bekas, percantik kemudian jual.</p>
<p>Dari sinilah Andi akhirnya bisa membuka satu showroom jual beli mobil bekas di jalan Cipaganti. Cikal bakal kerajaan bisnisnya. </p>
<p>Karena bisnis mobil bekas ini lebih menguntungkan, akhirnya usaha snack yang sudah cukup maju ditutup. Keputusan yang cukup berat saat itu, cuma Andi ingin fokus pada bisnis yang lebih menjanjikan.</p>
<p>Dari satu showroom, bertambah menjadi tiga, kemudian terus berkembang. Tapi lagi-lagi masalah menghadang. Saat bisnis mobil bekas berbuah manis, ada kebijkan pengetatan uang dari pemerintah saat itu (tight money policy).</p>
<p>Ini berakibat pada menurunnya angka penjualan secara tajam. Kendaraan yang ada di showroom lama mengendap tidak terjual. Pendapat tidak bisa lagi menutupi pengeluaran tetap. </p>
<p>Dengan prinsip bahwa tidak ada masalah tanpa jalan keluar. Maka mobil yang tidak terjual disiasati dengan coba ditawarkan secara pinjaman. Mulailah ditawarkan ke salah satu pelanggannya yang bekerja secara kontrak di Bandung. Dengan sewa mulai satu bulan, kemudian perpanjang beberapa bulan.   </p>
<p>Satu pelanggannya ini kemudian menyewa beberapa unit. Dan aha! Jadilah mobil yang tidak laku malah bisa menghasilkan. Bisnis rental mobil ini lagi-lagi menghasilkan laba cukup besar. </p>
<p>Dari sini, kemudian dia kembangkan semua showroomnya menjadi jasa persewaan. Kecuali yang di Cipaganti, karena ini sudah punya market mobil bekas sendiri.</p>
<p>Jasa rental mobil Andi menjadi nomor satu di Bandung. Tidak ada usaha tanpa kendala, begitupin usaha satu ini.  Mobil bekas yang kondisinya kurang baik, banyak yang sering mogok dijalan. Andi harus berfikir kembali untuk menekan kerugian dan komplain dari pelanggannya.</p>
<p>Dari masalah ini, akhirnya diputuskan untuk membeli mobil baru untuk disewakan. Sesuatu yang belum pernah ada pada saat itu. Keputusan yang sangat tepat, karena ternyata response pasar sungguh positif. </p>
<p>Pelanggannya bukan hanya perorangan, meningkat menjadi korporate. Dan berkembang hingga sebesar saat ini.</p>
<p>Begitupun dengan pengembangan bisnis lainnya. Setiap masalah ternyata membawa Berkah.Kuncinya menurut Pak Andi adalah fokus dan jangan pernah menyerah!</p>
<p>Setiap langkah yang kita ambil, pasti menimbulkan konsekwensi. Tapi jangan terbawa kedalam pusaran masalah. Yakinlah bahwa disetiap masalah pasti ada jalan keluar.<br />Berfikir positif untuk menghadapi masalah, bukan menghindar. Disitulah kita akan temukan keajaiban.</p>
<p>Jadi bila saat ini Anda ada masalah -apapun itu- percayalah itu adalah pertanda untuk Anda meningkat ke jenjang yang lebih tinggi lagi.</p>
<p>Berfikir Postif, Fokus pada yang menghasilkan, Berani ambil keputusan dan Bekerja Keras. Masalah adalah Berkah&#8230;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/228/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/228/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=228&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/09/16/ceo-cipaganti-masalah-adalah-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SNE3xFJBZ9I/AAAAAAAAAXU/6YvKhsWfPME/s200/Andianto.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Resume TDA Business Confrence, edisi Agustus 2008</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/17/resume-tda-business-confrence-edisi-agustus-2008/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/17/resume-tda-business-confrence-edisi-agustus-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 07:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/17/resume-tda-business-confrence-edisi-agustus-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum, Alahmdulillah, TDA Ym Business Conference telah berjalan dengan baik, walaupun diawal acara ada kendala teknis. Tapi secara keseluruhan acara sharing pengetahuan melalui on line ini banyak membawa pencerahan, ilmu baru terutama yang berhubungan dengan bank. Berikut disampaikan jalannya conference yang dipandu oleh Pak Lutfiel Hakim &#38; Pak Jonru, dengan host moderator pak Edy Sulastomo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=225&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum, </p>
<p>Alahmdulillah, TDA Ym Business Conference telah berjalan dengan baik, walaupun diawal acara ada kendala teknis. Tapi secara keseluruhan acara sharing pengetahuan melalui on line ini banyak membawa pencerahan, ilmu baru terutama yang berhubungan dengan bank.</p>
<p>Berikut disampaikan jalannya conference yang dipandu oleh Pak Lutfiel Hakim &amp; Pak Jonru, dengan host moderator pak Edy Sulastomo dan Pak Arif Budiono. Bersama nara sumber pak Fajar S Purnomo.</p>
<p>Selamat mengikuti: </p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SK1bPTqUhWI/AAAAAAAAAXE/kZSycawQvQk/s1600-h/moneymoney.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SK1bPTqUhWI/AAAAAAAAAXE/kZSycawQvQk/s320/moneymoney.jpg" border="0" /></a><br /><em>Lutfiel Hakim: Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh</p>
<p>Segala Puji bagi dzat penguasa alam, pemilik keberkahan dan kemurahan rizqi. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasul sang pembuka mata dunia. Seorang pemimpin, panutan dan teladan. Seorang Jendral lapangan sekaligus Ekonom dan Pebisnis tangguh yang bekerja dengan teladan (Qudwah).</p>
<p>Salam bahagia untuk kita semua. </p>
<p>TDA YM Biz conference kali ini 15 Agustus 2008 pukul 14.00 – 16.00, akan menghadirkan narasumber dari perbankan, Bpk. Fadjar S. Pramono, seorang Manajer Bank Pemerintah yang menulis buku Rahasia Sukses Ngutang di Bank”.</p>
<p>Sebagaimana kita tahu, bahwa Bank Bank adalah salah satu perangkat leverage (pengungkit), karena bank merupakan financial intermediary antara yang punya dana dan yang defisit dana.</p>
<p>Conference ini dimoderatori oleh kami: Lutfiel Hakim dan Jonru.<br />Kepada Narasumber, kami persilahkan &#8230;&#8230;</em></p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Ass.wr.wb.</p>
<p>Sahabat peserta Y!M Biz Conferenze yang berbahagia, saya berharap Anda memang sudah membaca materi diskusi kita kali ini, yang telah disampaikan di milis oleh Moderator.<br />Menambahi materi, ada beberapa materi yang mungkin bisa kita jadikan bahan diskusi siang ini.</p>
<p>Pertama, tentang skim kredit. </p>
<p>Bahwa untuk usaha, secara garis besar Anda dapat memanfaatkan skim Kredit Modal Kerja ataupun Kredit Investasi. </p>
<p>Kedua, tentang persyaratan kredit.</p>
<p>Untuk kredit usaha/komersial, setidaknya diperlukan <br />1. Perijinan usaha yang lengkap. Setidaknya memiliki NPWP, SIUP dan TDP.<br />2. Usaha sudah berjalan 2 – 3 tahun, dan telah menghasilkan laba.<br />3. Memiliki agunan tambahan (fixed asset maupun moved asset), sebagai coverage kredit. Nilai likuidasi (jual cepat) minimal 100%.<br />4. Identitas diri.</p>
<p>Kondisi di atas disebut feasible(layak dari segi usaha) dan bankable (layak dari aspek bank teknis).</p>
<p>Bagaimana kalau belum memenuhi persyaratan di atas?</p>
<p>Kebetulan, saat ini tengah dikembangkan Kredit Usaha Rakyat, di mana usaha baru (minimal 6 bulan) sudah bisa dibiayai dengan kredit bank. Agunan pun tidak harus 100%mengcover.</p>
<p>Ketiga, tentang perhitungan bunga. </p>
<p>Ada berbagai skim kredit berkaitan dengan model perhitungan bunga : flat, persekot annuitet dan rekening koran murni.</p>
<p>Flat : suku bunga tetap, dengan angsuran pokok dan bungan merata tiap bulan. Seperti pada KTA.</p>
<p>Persekot annuitet : model angsuran dengan jumlah tetap per bulan, di mana dalam angsuran bulannnya, angsuran pokok membesar, angsuran bunga mengecil. Seperti pada KPR dan Kredit Kendaraan.</p>
<p>Rekening koran : dimungkinkan hanya bayar bunga, dari yang benar-benar dipakai tiap bulan.</p>
<p>Yang terakhir ini paling cocok untuk modal usaha.</p>
<p>Sebagai prolog, saya kira cukup. Saya ke moderator.<br />Wass. Wr. Wb.</strong></p>
<p><em>Lutfiel Hakim: Terima kasih kepada Bpk Fadjar.  Selanjutnya saya membuka sesi pertanyaan untuk 5 penanya pertama menggunakan simbol &#8220;?&#8221; silahkan</em></p>
<p>wawan_setiadi73: ?<br />Khanif Ilzamy: ?<br />Dwi Aryssandhy: ?<br />Fico: ?</p>
<p><em>Lutfiel Hakim: Baik kita mulai daripenanya 1.  Sdr Wawan silahkan</em></p>
<p>wawan_setiadi73: Seperti apa sih kriteria utk bisa masuk (Dapat)  kredit usaha rakyat?, Selain sdh beroperasi 6 bln</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Selain usaha sdh 6 bl, ketentuan lain: <br /> 1. Belum memiliki fasilitas pinjaman / tdk sedg menikmati fasilitas kredit dari bank<br /> 2. Usaha prospektif dan bukan usaha yang dilarang<br /> 3. Utk 100 juta ke atas, hrs memilik ijin2 spt NPWP, SIUP, TDP<br /> 4. Utk di bwh 100 juta, cukup Srt Ket Domisili usaha dari pemerintahan setempat (lurah/camat)<br /> 5. Identitas pribadi (KTP, KK, Surat Nikah).</p>
<p>Intinya, usaha feasible (layak untuk dikembangkan dan menjanjikan profit), tapi persyaratan kredit untuk kredit komersial biasa (non KUR) blum dapat dipenuhi. Demikian, thx. ke Moderator, silakan.</strong></p>
<p><em>Lutfiel Hakim: terima kasih penjelasannya pak fadjar, bagaimana mas wawan dengan penjelasannya? Sudah cukup jelas?</em></p>
<p>wawan_setiadi73: sgt membantu, jelas</p>
<p><em>Lutfiel Hakim: lanjut penanya kedua.  Sdr Khanif Silahkan</em></p>
<p>Khanif Ilzamy: saya belum familiar dengan model rekening koran.bisa tolong dijelaskan? apa persyaratannya sama dengan yg lain. jangka waktu pengembalian pokok pimjaman dan bunganya apa juga bisa dinegosiasikan? kalau bisa, kasih tips dong bagaimana negosiasi dg pihak bank agar kita memperoleh hasil yg optimal</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Model rekening koran, bisa diibaratkan bahwa bank memberi dompet berisi uang sejumlah plafond kredit. Uang yang keluar dari dompet itulah yang dikenakan bunga. Pengenaan bunga dihitung berdasarkan pemakaian harian. </p>
<p>Contoh : hari ini Anda menggunakan 50 juta dari plafon 100 juta, bunga hanya dikenakan dari 50 juta (bukan dari 100 jutya). Itungan bunganya : 50 jt x suku bunga  / 365.   Sisa yg 50 juta masih dapat digunakan sewaktu2.</strong> </p>
<p>Khanif Ilzamy: untuk jangka waktunya bagaimana pak?</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Apabila 2 hari kemudian ada setoran (uang masuk ke rekening=mnasuk ke dompet) dari rekanan misalnya 25 jt, maka pemakaian yang kena bunga hanya 25 juta terhitung hari ke-3. </p>
<p>Jadi, jumlah kewajiban bunga bisa berfluktuasi setiap bulannya. Kalaupun dipakai penuh selama 1 bulan, kewjbn bunga : 100 jt x sk bg  /365 x jmlh hari dlm sebulan.</p>
<p>Pengembalian pokok negotiable. Bisa di akhir bulan ke 12, bisa per bulan, bisa triwulanan, dsb. Disesuaikan dg cash flow usaha ybs.</p>
<p>Tips : calon nasabah hrs punya keyakinan cash flow yang jelas, dan harus sesuai dengan kondisi yang dimiliki. Jangan hanya &#8220;asal menerima kredit&#8221;, tapi akhirnya justru mencekik diri sendiri. Ini penting, karena berkaitan dengan kualitas kredit dan kredibilitas kredit Anda.</p>
<p>Pd prinsipnya, pihak bank sangat fleksibel, khususnya dlm btk rekening koran.<br />Demikian, ke moderator. Silakan.</strong></p>
<p><em>Lutfiel Hakim: Sdr khanif, bagaiman, cukup jelas?</em></p>
<p>Khanif Ilzamy: ok terimakasih</p>
<p><em>Lutfiel Hakim: Dilanjut ke penanya berikutnya Sdr Arianto</em></p>
<p>arianto.bagus: saya ingin menggunakan bpkb mobil yg baru lunas sbg jaminan untuk mendapatkan kredit, yg ingin sy pakai sbg DP pembelian properti (ruko). </p>
<p>Apakah langkah spt ini feasible? sebab saya pikir2 kok kurang menguntungkan nasabah, karena jaminan yg keluar jadi dua, yaitu bpkb mobil dan sertifikat properti yg kita beli. Bgmn pak?</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Untuk pembelian ruko, tdk diperlukan agunan lain selain kepemilikan ruko itu sendiri. Bagi bank, tdk istilah DP. Yg ada adalah SDS (Sharing Dana Sendiri). SDS tsb harus berupa uang tunai, yang akan dibayarkan ke penjual bersaan dengan kredit dari bank. </p>
<p>Ttg faeasible, klo ruko itu memang akan dipakai utk kegiatan usaha, bisa jadi feasible. Kalau hy utk investasi/disewakan, maka skim yg tepat adalah KPR.</strong> </p>
<p>arianto.bagus: untuk usaha</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Kalau utk usaha, maka bank akan menganalisa usaha yang akan dilakukan. Di situlah letak feasible tidaknya. Kalau usaha itu benar-benar baru mau dilakukan, berarti blm memenuhi kriteria lama/usia usahanya. Lagi2, yang bisa masuk adalah skim KPR. Kecuali, usaha tsb adalah pengembangan dari usaha sebelumnya.</strong></p>
<p>arianto.bagus: baiklah, cukup. untuk tambahan, memang untuk pengembangan usaha sebelumnya. makasih.</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: klo spt itu case-nya, berarti bisa dibiayai dg Kredit Investasi. Thx. Demikian, Silakan moderator.</strong></p>
<p><em>Lutfiel Hakim: Demikian untuk pertanyaan Sdr Bagus, Penanya selanjutnya Fico Human Maulana. Silahkan Sdr Fico</em></p>
<p>Fico:  Pak fadjar yang baek.. saat ini perusahaan saya berencana berekspansi membuka cabang di kota lain.. bisa bandung atau surabya.. namun kami tidak memiliki agunan berupa properti.. hanya aset dikantor saja seperti komputer dan peralatan2 biasa..usaha sudah dua tahun.. </p>
<p>bisakah saya mengajukan kredit untuk pembukaan cabang baru hanya berdasarkan cashlow dan kondisi bisnis saya yang sekarang saja??</p>
<p>JIka bisa.. kira2 bagaimana cara bank menilai persentase besaran kredit yang diberikan kepada kita..?? misalnya sekian persen dari omset/laba atau bagaimana pak??</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Utk Mas Fico yg jg baek, secara usaha dimungkinkan pembiayaan, melalui kantor pusatnya yg di Jakarta. Dg usia yg baru 2 tahun dan ketidakadaan aset utk agunan, dimungkinkan menggunakan KUR. Tapi ingat, KUR hanya bisa s/d 500 jt. </p>
<p>Tentang besaran kredit, tidak bisa langsung diprosentasekan dari omset atau laba. Yang mempengaruhi justru kebutuhan modal operasional (gaji, biaya, dll), lama piutang, lama persediaan (utk trading), dan hutang dagang. </p>
<p>Kalo utk perusahaan jasa spt TYPSS, perhitungan kreditnya menggunakan Repayment Capasity (kemampuan yang saat ini ada, ditambah proyeksinya) Besar RPC utk kredit yg diijinkan bakn lbh krg 75 persen.</p>
<p>Demikian. Silakan moderator.</strong></p>
<p><em>Lutfiel Hakim: bagaimana sdr. Fico?</em></p>
<p>Fico: ok deh.. makasih pak fajar yang baek</p>
<p><em>Lutfiel Hakim: Baik, kami persilahkan penanya termin kedua  5 penanya untuk penanya termin kedua &#8230;.. dengan tanda &#8220;?&#8221; kami persilahkan 5 orang saja</em></p>
<p>Fuad Muftie: ?<br />ylabdo: ?<br />faif_yusuf: ?</p>
<p><em>Lutfiel Hakim: penanya pertama: Sdr. Fuad Muftie</em></p>
<p>Fuad Muftie: Karena mendesak &amp; B.U. saya ambil KTA (sbg pegawai) buat nambah modal toko busana muslim saya. </p>
<p>Besarnya Rp. 50jt di BRI Pisangan Lama, jk waktu 2 thn. sdh jalan 6 bulan. Cicilan lancar.. car&#8230; car&#8230;. </p>
<p>Mungkinkah langsung di-convert jadi KUR atau kredit rek koran, tanpa harus melunasi dulu. gmn caranya? catatan: usaha sdh 2 tahun tapi blm punya ijin2, Thx</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Anda menggunakan SK sbg agunan? Berarti RPC (Repayment Capasity) Anda saat ini berasal dr gaji, bukan dari laba usaha. Itu berarti, ada kemungkinan usahanya dibiayai tersendiri. </p>
<p>Yg di BRI Pisangan masih bisa jalan, karena memang RPCnya bukan dari usaha. Atau, kalo mau bunga lbh murah, yg di BRI Pisangan dilunasi, dan pinjaman KUR dimohonlebihkan 50 juta (utk menggantikan modal yg selama ini berasal dr KTA &#8211;Kupedes Golbertap maksudnya, Pak Fuad?). </p>
<p>Saran, lbh baik menggunakan fasilitas modal kerja (KUR) yg lebih murah dari segi bunga dan lebih cocok bagi cashflow sebuah usaha. Informasi : KMK KUR menggunakan sistem rekening koran&#8230;</strong></p>
<p>Fuad Muftie: Oke Terimakasih Pak Fadjar</p>
<p><em>Lutfiel Hakim: Sekedar menambahkan dari moderator, memang problema UKM saat ini adalah usaha yang belum bankable meskipun memiliki prospek yang sangat cerah.</p>
<p>Penanya berikutnya ylabdo</em></p>
<p>ylabdo: Pak Fajar apakah ini berlaku utk semua bank ?</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Utk Kredit Usaha Rakyat, hanya dilayani di 6 bank : BRI, BNI, Mandiri, Syariah Mandiri, Bukopin, BTN. Tapai, &#8220;namanya&#8221; berbeda2 antar bank (nama produk utk KUR). </p>
<p>Hanya BRI yang mengadopt langsung nama KUR sbgmn dicanangkan SBY tgl 5 Nov 07 lalu. Namun bgmnpun, dimungkinkan ada kebijakan2 khusus yang berlaku utk masing2 bank.</p>
<p>Prinsip yg sama adalah : diperuntukkan oleh pengusaha UMKM, usaha feasible namun belum bankable, terdapat penjaminan oleh lembaga penjamin kredit s/d 70% dari plafond, yang preminya dibayar oleh pemerintah.</p>
<p>Dana pinjaman sendiri murni dana bank, sehingga bank dimungkinkan menetapkan syarat2 khusus tadi utk meminimalisir risiko yg mungkin muncul.</p>
<p>Demikia, please Mod.</strong></p>
<p><em>Lutfiel Hakim: info sela: untuk selanjutnya, moderator akan berganti ke Sdr Jonru, demikian terima kasih, silahkan Mas Jonru</p>
<p>jonrusaja: ok terima kasih pak.  assallamualaikum teman2 semua. ok terima kasih Pak Fajar.  silahkan penanya berikutnya  Pak Faif</em></p>
<p>faif_yusuf: Pak Fajar&#8230;,saya pernah ambil KTA dengan bunga flat, tetapi ketika mau saya tutup lebih awal, perhitungan sisa hutangnya dirubah menjadi bunga efektif, sehingga sisa pokoknya masih besar, apakah memang demikian ya pak&#8230;</p>
<p>yg kedua, kalau saya mo ambil KUR, sementara skr masih punya KTA, apakah harus ditutup dulu pak, mengingat datanya tentu sudah ada di BI, matur nuwun  </p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan Pak Fajar</em></p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Sebenarnya tidak. Kemungkinan yg ada : bank Anda keberatan kehilangan nasabah yg baik. Menurut saya, Anda rugi kalau hanya bergeser di sistem bunga, karena memang pokok dg flat yg pasti masih besar.</p>
<p>Saran saya, ubah pokok yg tersisa ke sistem rekening koran yg jg menggunakan bunga efektif, dg &#8220;mengajukan&#8221; usaha Anda sebagai agunan pokoknya. Karena, bisa jadi KTA Anda disetujui dg RPC dari gaji dan usaha.. (MAs Faif masih amphibi kan?)</p>
<p>Untuk KUR, dimungkinkan dengan menutup dulu KTA-nya. Namun itu pun harus ada kebijakan khusus dari pemutus kredit di bank. Semisal, dengan menunggu 3 bulan setelah ditutup, dsb. </p>
<p>Namun demikian, ada bank yang memang sama sekali tidak mengijinkan KUR utk pengusaha yang pernah mendapatkan pinjaman dari bank, karena dianggap sudah bankable.<br />Demikian. Abang Mod silakan.</strong></p>
<p>faif_yusuf:  ok&#8230;matur nuwun Pak Fajar, silahkan yg lain </p>
<p><em>jonrusaja: Ok terima kasih Pak Fajar. Waktu kita masih banyak. Karena itu dipersilahkan bagi 5 penanya berikutnya. DIpersilahkan</em></p>
<p>arif budiyono: ?<br />arianto.bagus: ?<br />Ning Harmanto: ?<br />Pepi Mudiana: ?<br />largo_indonesia: ?</p>
<p><em>jonrusaja: untuk yang pertama, silahkan buat arif budionao</em></p>
<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SK1cPyLOjGI/AAAAAAAAAXM/dAZE7iaciPU/s1600-h/money6.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SK1cPyLOjGI/AAAAAAAAAXM/dAZE7iaciPU/s200/money6.jpg" border="0" /></a><br />arif budiyono: maaf sebelumnya saya host ikut tanya&#8230;  Pak Fajar, menurut pengamatan saya, Usaha bidang IT lebih sulit mendapkan pinjaman bank dengan jumlah yang besar. contoh :software house sekelas Jatis, baru bisa tembus 21 M. sementara kalo buat jalan tol misalnya bank berlomba mengasih pinjaman. </p>
<p>pertanyaanya : apakah ini benar pak, bahwa IT belum dipandang di perbankan Indonesia ? kalo tidak apakah tipsnya sama ? terima kasih.</p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan Pak Fajar</em></p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Sebenarnya, tidak ada &#8220;penganaktirian&#8221; oleh bank thd bisnis IT. Kendala yang sering ditemui di lapangan adalah, banyak analis kredit yang masih memandang bisnis IT sbg bisnis yang &#8220;riskan&#8221; akibat perkembangan IT yang sangat cepat. </p>
<p>Artinya, kalo saat ini perusahaah X bisa mjd &#8220;raja&#8221;, belum tentu tahun depan dia masih mjd &#8220;raja&#8221;. Bisa jadi tahun depan hanya jadi &#8220;pion&#8221;. Lihat  Yahoo! yg dg cepat disalip oleh Google.</p>
<p>Kedua, banyak analis perbankan (ini &#8220;oknum&#8221;) yang kurang memiliki pemahaman tentang bisnis IT, shg serta merta langsung &#8220;menghindar&#8221; dari pembiayaan. </p>
<p>Ketiga, banyak proyek2 IT yang memang tdk bisa diejawantahkan dalam bentuk &#8220;fisik&#8221;, shg monitoringnya cukup sulit bagi bank. Lagi2, ini terkait dg tingkat kemampuan, keterbatasan insan perbankan dalam mengikuti perkembangan IT. Mitigasi risikonya menjadi dinilai &#8220;tinggi&#8221;.</p>
<p>Lain dg proyek jalan tol,yg jelas terlihat scr fisik, dan proyeksi inflow yg sangat jelas, dg memperhitungkan kendaraan yang akan lewat. Mitigasi risikonya menjadi sangat jelas.</p>
<p>Demikian, Bang Mod. Silakan.</strong></p>
<p><em>jonrusaja: Ok terima kasih Pak Fajar. Berarti intinya, orang2 bank harus belajar IT yach <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </em> </p>
<p><em>Fajar S Pramono: Betul banget, Bang Mod!</em></p>
<p>arif budiyono: hehe..  thx.. pak Fajar.</p>
<p><em>jonrusaja: silahkan buat penanya berikutnya buat pak arianto, dipersilahkan</em></p>
<p>arianto.bagus: pertanyaan saya ada beberapa, langsung saja ya: <br />1. Berapa sebetulnya bunga KUR tadi? <br />2. Jadi batasnya 500jt, itu dipakai sbg kredit investasi atau modal kerja pak? <br />3. Kalau kami suami istri, saya sudah bankable (dan sudah mendapatkan kredit untuk usaha saya sendiri), ingin mengajukan KUR khusus untuk usaha istri apakah itu bisa? maaf pertanyaannya agak maruk hehe&#8230; habis bunga makin naik, kalo ada pilihan bunga murah tentu sangat menarik.</p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan Pak Fajar</em></p>
<p><strong>Fajar S Pramono: <br />(1). Bunga KUR, berkisar antara 14,5% s/d 16% per tahun, tergantung dari tingkat risiko yg dinilai oleh bank kpd debitur (peminjam) ybs. </p>
<p>(2) Batas 500 juta bisa berupa KMK ataupun KI. Kalau dua2nya diperlukan, jumlah (eksposure) kredit keduanya maksimal 500 jt. Utk jk waktu, KI maksimal 5 th, KMK maks 3 th. </p>
<p>(3) Kalau usaha Anda perseorangan, berarti isytri Anda telah tercatat secara otomatis sbg peminjam. Tapi, kalo perusahaan Anda berupa PT, dan tidak ada hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan (saham) dan hubungan utang piutang antar kedua perusahaan, maka dimungkinkan.</p>
<p>Demikian. Dipersil, Bang Mod.</strong></p>
<p>arianto.bagus: ok, makasih </p>
<p><em>jonrusaja: ok terima kasih Pak, berikutnya, silahkan buat Oma Ning</em></p>
<p>Ning Harmanto: Ikutan boleh ya? Bisnis saya produk herbal dengan karyawan 80 orang .Klo saat ini Saya punya pinjaman dengan agunan 3 rumah jangka waktunya sepuluh tahun. &#8230;.dan hingga kini baru berjalan 2 tahun. Pembayaran dinilai bagus&#8230;karena alhamdulilah ngga pernah telat mencicil. </p>
<p>Terus saya butuh dana lagi untuk mengembangkan bisnis&#8230;.beras organik.  <br />Bisakah saya mengajukan pinjaman lagi dengan agunan rumah saya yang diYogya untuk bisnis diJakarta?</p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan Pak Fajar</em></p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Bergabung? Tentu boleh, Oma Aning. Untuk pembiayaan bisnis beras organik, tetap dimungkinkan. Tapi, tentunya Oma tidak bisa pake skim KUR&#8230; So, usaha beras organiknya harus sudah memenuhi kriteria bank teknis</strong>. </p>
<p>Ning Harmanto: Maksudnya apa?</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Atau, Oma bisa mengajukan tambahan kredit (tetap di bisnis herbalnya) dg istilah Refinancing KMK.  </p>
<p>Oma bisa mengajukan tambahan kredit (tetap di bisnis herbalnya) dg alasan Refinancing KMK. Asumsinya, Oma harus menggantikan cash flow bisnis herbal yang mungkin terganggu dengan adanya bisnis beras organik&#8230; So, yg &#8220;disuntik&#8221; adalah modal kerja bisnis herbalnya.</p>
<p>Yg dimaksud bank teknis, usaha berasnya harus sdh berusia 2-3 tahun juga&#8230;</strong></p>
<p>Ning Harmanto: Waduh&#8230;.bisnisnya baru mulai. Lha seandainya yang pinjam anak saya saja beli rumah yang atas nama saya boleh apa nggak&#8230;.hehehe?  Yang penting saya dapat cash flow&#8230;</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Maksudnya, si anak &#8220;seolah&#8221; membeli rumah Oma? Jawabnya : bisa Oma, kalau bank-nya nggak tahu.. hehe. Kalau dengan saya, saya telanjur tahu, Oma! Hehehe&#8230;</strong></p>
<p>Ning Harmanto: Hwekekekek</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Kalau kondisinya seperti itu, silakan mengajukan permohonan KPR Refinancing. Oma bisa mendapatkan cash flow dari sana. Ini serius lho, Oma. Hanya saja, skimnya sebenarnya kurang sesuai dengan cash flow usaha, karena harus mengangsur poko dan bunga setiap bulan&#8230; </p>
<p>Sementara, utk mosal usaha, yg paling tepat adalah model KMK Rekening Koran. Demikian. Bang Mod, lanjut.</strong></p>
<p>Ning Harmanto: Tks</p>
<p><em>jonrusaja: berikutnya silahkan buat pak thomas</em></p>
<p><em>arkananta_tours: Info : thomas offline<br />jonrusaja: ok, masih ada waktu 15 menit lagi, silakan penanya berikutnya</em></p>
<p>wahyu hidayat: ?</p>
<p><em>jonrusaja: dipersilahkan buat pak wahyu</em></p>
<p>wahyu hidayat: Terima kasih, Pak Fajar yang baik, yang mau saya tanya ,di tda kan banyak rekan-rekan yang usahanya berupa online, sementara kantor bisa dimana saja seperti dirumah, bahkan usaha nya bisa dikatakan stabil untuk cashflow baik. </p>
<p>bagaimana agar mendapatkan pinjaman dari bank, ada saran Pak fajar? agak berbeda dengan yang konvensional, kadang stok aja tidak punya karena ambil dari orang</p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan Pak Fajar</em></p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Tak ada masalah, Pak Wahyu. Yang penting, Pak Wahyu bisa membuktikan &#8220;keberadaan&#8221; usaha itu. Dari bukti pemesanan, bukti pengiriman barang, bukti tagihan, bukti setoran masuk, bukti pengambilan barang dari supplier, dsb. </p>
<p>Hanya saja, Pak Wahyu harus memiliki satu &#8220;alamat fisik&#8221; (yg bukan di dunia maya) sbg &#8220;home base&#8221; usaha. Karena, tanpa alamat jelas, tak mungkin Anda bisa memiliki ijin usaha/surat keterangan usaha. Tak masalah alamat itu adalah rumah tinggal, yg mungkin blm berupa home office.</p>
<p>Jika dimasukkan ke laporan keuangan, berarti kemungkinan yang ada adalah piutang usaha dan hutang dagang. Persediaan tidak ada, kecuali persediaan dalam perjalanan (pengiriman). Prinsip, sangat dimungkinkan, Pak Wahyu. </p>
<p>Modal kerja yang bisa dibiayai adalah membesarnya piutang dagang atau pengurangan hutang dagang tadi. Thx.</p>
<p>Demikian. Silakan lanjut, Bang Mod.</strong></p>
<p>wahyu hidayat: terima kasih pak</p>
<p><em>jonrusaja: ok thanks Pak.  kita beri kesempatan pada 1 penanya terakhir. </p>
<p>kalau tak ada, saya aja deh yang tanya ya Pak Fajar, kalau usaha kita belum punya badan hukum atau npwp, boleh gak ngutang ke bank?</em></p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Utk Abang Jonru : Jika yg dibutuhkan adalah kredit di bawah 100 jt, tak ada masalah dg kebelumadaan NPWP. Tentang badan hukum, tak ada keharusan bagi calon peminjam utk memiliki badan hukum. Kami banyak membiayai kredit milyaran kepada usaha yg masih dlm btk perseorangan. </p>
<p>Badan hukum didirikan lebih karena kebutuhan bisnis (misal prasyarat dari rekanan usaha, atau ketentuan pemerintah bagi usaha tertentu, dsb.)Demikian, Bang</strong>.</p>
<p><em>jonrusaja: ok deh, terima kasih Pak</p>
<p>Baiklah, waktu tepat jam 16.00 WIB.  kita akhiri dulu konfernece kali ini<br />terima kasih banyak pada nara sumber kita, Pak Fajar atas ilmunya yang sangat bermanfaat</p>
<p>terima ksih juga buat teman2 semua&#8230; yang telah berpartisipasi  Insya ALlah bulan depan kita ketemu lagi mohon maaf dari moderator, bila ada yang kurang</p>
<p>wassalam</em></p>
<p>Fuad Muftie: Terimakasih Pak Fadjar atas ilmunya, semoga menambah keberkahan hidup Pak Fadjar&#8230;. </p>
<p>Terimakasih buat moderator yg sudah mengatur jalannya konferens</p>
<p><strong>Fajar S Pramono: Terima kasih buat semua. Silaturahim kita tidak boleh hanya sampai di sini. OK? Wassalam. </p>
<p>Fajar S Pramono &#8211; 08123046517, padjar_espe@yahoo.com<br />BRI Cabang Jakarta Kramat.. JLn. Kramat Raya 138.. 021 3100152-155</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/225/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/225/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=225&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/17/resume-tda-business-confrence-edisi-agustus-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SK1bPTqUhWI/AAAAAAAAAXE/kZSycawQvQk/s320/moneymoney.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SK1cPyLOjGI/AAAAAAAAAXM/dAZE7iaciPU/s200/money6.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>20 Jurus Jitu Menembus Bank!</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/20-jurus-jitu-menembus-bank/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/20-jurus-jitu-menembus-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 10:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/20-jurus-jitu-menembus-bank/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini Materi TDA Ym Business Conference: 20 Jurus Jitu Menembus Bank. Semoga bermanfaat: Oleh : Fajar S Pramono *) Apa yang terlintas di benak seorang pengusaha manakala ia memandang bahwa prospek usahanya begitu besar, namun terbentur ketiadaan modal tambahan? Tentu, si pengusaha akan berusaha menarik investor ke dalam usahanya. Dan salah satu investor yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=224&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini Materi TDA Ym Business Conference: 20 Jurus Jitu Menembus Bank. Semoga bermanfaat:</p>
<p><em><strong>Oleh : <a href="http://fajarspramono.blogspot.com/">Fajar S Pramono</a> *)</strong></em></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKFlKuF8vHI/AAAAAAAAAWU/WA7NMiXnpCk/s1600-h/rich.gif"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKFlKuF8vHI/AAAAAAAAAWU/WA7NMiXnpCk/s320/rich.gif" border="0" /></a><br />Apa yang terlintas di benak seorang pengusaha manakala ia memandang bahwa prospek usahanya begitu besar, namun terbentur ketiadaan modal tambahan?</p>
<p>Tentu, si pengusaha akan berusaha menarik investor ke dalam usahanya. Dan salah satu investor yang seringkali diharapkan adalah lembaga pembiayaan, dalam hal ini lembaga perbankan.</p>
<p>Memang, hingga saat ini, bank masih menjadi pilihan utama sebagian besar pengusaha yang membutuhkan tambahan modal bagi pengembangan usahanya. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi. Antara lain, adanya kejelasan regulasi, termasuk di dalamnya adalah kejelasan –bahkan kepastian hukum– mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak (pemberi hutang/bank dan penerima hutang/debitur). </p>
<p>Kejelasan regulasi muncul karena salah satu fungsi bank sebagai lembaga intermediary yang menyalurkan dana pihak ketiga kepada pihak yang membutuhkan. Artinya, kredit telah menjadi suatu produk keluaran bank, sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan kredit telah jelas diatur. </p>
<p>Kepastian hukum juga muncul karena perjanjian kredit antara bank dengan debitur senantiasa dilakukan secara notariil. </p>
<p>Ini tentu sangat berbeda dengan hubungan utang-piutang antara Anda dengan seorang kawan misalnya. Kesepakatan yang terjadi memang sangat flexible dan negotiable, yang bisa jadi akan menguntungkan Anda sebagai pebisnis. Misal, kesepakatan mengenai kompensasi (bunga) atau jangka waktu pengembalian. </p>
<p>Namun di sisi lain, sifat perjanjian yang cenderung sangat lentur, mencipatkan kepastian hukum kabur. Secara ekstrim, isi kesepakatan cenderung mudah disalahartikan atau bahkan disalahgunakan untuk menguntungkan salah satu pihak. Akhirnya, bukan hanya hubungan utang-piutang yang bermasalah, namun hubungan pertemanan pun bisa menjadi runyam.</p>
<p>Masalahnya sekarang, bagaimana agar upaya menarik investor permodalan dari sebuah lembaga perbankan bisa secara mulus kita dapatkan? </p>
<p>Untuk mengantar kepada kesuksesan permohonan kredit ke bank, berikut ini akan saya sampaikan beberapa hal yang sebaiknya dilakukan, tidak dilakukan dan dihindari oleh pemohon kredit.</p>
<p><strong>DO : apa yang harus diketahui, dipersiapkan, dimiliki dan dilakukan</strong></p>
<p><strong>1. Usaha telah berjalan dan menguntungkan</strong></p>
<p>Apa kepentingannya? Ya, bank berkepentingan mengetahui kondisi past performance usaha Anda. Pendek kata, bank butuh bukti bahwa usaha yang Anda jalankan merupakan usaha yang mampu hidup dan bertahan, memiliki pasar yang baik, dan mampu menghasilkan keuntungan. Termasuk di dalamnya, adalah kemampuan Anda pribadi dalam mengelola usaha.</p>
<p>Secara umum, bank butuh keyakinan bahwa Anda mampu menjalankan usaha minimal 2 – 3 tahun, dan telah menghasilkan laba positif setidaknya pada satu periode tahun terakhirnya. Ini mutlak, mengingat hanya usaha yang terbukti profitable yang dinilai akan mampu mengelola kredit sekaligus memastikan pengembaliannya.</p>
<p><strong>2. Terpenuhinya aspek legalitas</strong></p>
<p>Aspek legalitas/perijinan usaha merupakan bentuk pengakuan pihak ketiga atas usaha yang Anda jalankan. Pengakuan ini berarti pula adanya kepastian hukum atas eksistensi usaha, adanya persetujuan dari masyarakat sekitar sehingga tidak berpotensi konflik, serta telah memenuhi kewajiban sebagai “warga negara” yang baik, semisal dalam hal pembayaran pajak.</p>
<p>Perijinan minimal yang harus dimiliki adalah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Ijin Usaha Perusahaan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Apapun bentuk usaha Anda –perorangan maupun badan hukum– harus memiliki syarat legal minimal ini. Khusus untuk industri, pabrikasi dan beberapa pola usaha lain memerlukan syarat legal tambahan, seperti Ijin Lingkungan (HO). Syarat legal lain menyesuaikan dengan jenis usaha yang Anda kelola.</p>
<p>Bank Indonesia mewajibkan bank untuk melaporkan kegiatan pemberian kreditnya debitur per debitur. Salah satu entry point yang digunakan adalah, pencantuman NPWP, yang untuk saat ini diberlakukan untuk besaran kredit Rp 50 juta ke atas. Untuk besaran kredit di bawah Rp 50 juta, cukup didukung dengan Surat Keterangan (Domisili) Usaha dari Kelurahan/Kecamatan setempat.</p>
<p><strong>3. Usaha yang bersifat prospektif</strong></p>
<p>Anda harus dapat meyakinkan bahwa usaha Anda berprospek cerah. Salah satunya, dari segi komoditi bisnis. Apakah komoditi yang kita angkat dalam usaha ini memang masih terus dibutuhkan di masa depan? Atau sesungguhnya pasar mulai jenuh menerima konten usaha Anda?</p>
<p>Kemudian, dari aspek makro ekonomi. Akankan komoditi bisnis Anda memiliki ancaman regulasi yang serius dari pemerintah beberapa waktu ke depan? Adakah kemungkinan, pemilik kran bahan baku sebagai hulu usaha akan dikuasai pihak lain yang secara analisis makro akan memonopoli harga sehingga berakibat pada ketiadaan daya beli masyarakat? Juga, apakah iklim politik kenegaraan yang tidak menentu bisa berakibat pada hilangnya pemasok dan larinya pembeli?</p>
<p>Bank tentu memiliki pengetahuan tentang proyeksi ini. Nah, tugas Anda adalah meyakinkan pihak bank, bahwa kemungkinan-kemungkinan negatif seperti di atas tidak akan berpengaruh banyak pada usaha Anda.</p>
<p><strong>4. Tunjukkan keunggulan dan keunikan usaha Anda</strong></p>
<p>Selain meyakinkan bank tentang cerahnya prospek komoditi usaha, Anda juga harus dapat menunjukkan keunggulan Anda sebagai pebisnis yang mumpuni. So, ini berkaitan dengan pola manajemen usaha, alias cara Anda melakukan pengelolaan usaha. Secerah apapun prospek bisnis yang Anda lakukan, takkan ada artinya bila Anda tidak mampu menunjukkan kemampuan mewujudkan prospek itu menjadi kenyataan.</p>
<p>Apakah Anda memiliki ide-ide dan inovasi yang brilian dalam rangka pengembangan usaha Anda? Tunjukkan kepada bank bahwa Anda memiliki keunggulan komparatif dibanding pesaing atau pemain bisnis serupa. Tunjukkan pula berbagai keunikan usaha dan pengelolaannya, sehingga usaha Anda menjadi “berbeda” dan layak menjadi pilihan bagi konsumen.</p>
<p><strong>5. Memiliki tujuan/planning yg jelas (berikut besaran keperluan)</strong></p>
<p>Dalam hubungannya dengan kredit, Anda harus memiliki rencana yang pasti akan penggunaan kredit yang Anda ajukan. Termasuk juga, besaran kredit yang Anda perlukan.<br />Anda harus mampu menjelaskan secara rinci rencana pemanfaatan, dan efek positif yang akan mewujud. Berapa persen peningkatan omzet yang bisa didapat dengan adanya kucuran kredit misalnya. Anda harus bisa memproyeksikan. </p>
<p>Anda juga harus menyatakan bahwa Anda memiliki komitmen yang tegas dalam pemanfaatan kredit, sehingga bank yakin bahwa kucuran kredit akan dioptimalkan untuk keperluan usaha sebagaimana direncanakan.</p>
<p><strong>6. Rencana pengembalian</strong></p>
<p>Dengan adanya rencana yang pasti dan proyeksi kemajuan yang akan diperoleh, maka Anda juga harus mampu memperlihatkan kepada bank tentang rencana sekaligus kemampuan dalam hal mengembalikan kredit. Semisal, dengan progres peningkatan omzet sebesar 40% di dalam satu periode usaha pasca pencairan. Dengan peningkatan laba bersih akibat kenaikan omzet, kapan Anda akan mulai mencicil pokok, atau bahkan melakukan pengembalian sekaligus?</p>
<p>Atau, adakah kemungkinan Anda akan mampu memutar hasil usaha itu untuk menghasilkan lonjakan peningkatan omzet lebih dari 40%, sehingga menurut Anda kredit layak diperpanjang? Nah, Anda harus memiliki pandangan ke depan yang jelas seperti itu.</p>
<p><strong>7. Job description dan kaderisasi</strong></p>
<p>Salah satu hal yang dapat menjamin keberlangsungan usaha di masa depan adalah kejelasan tugas antar pengelola usaha, baik Anda sebagai business owner maupun karyawan. Tidak boleh ada ketergantungan kepada satu personil saja, yang bahkan dapat menghentikan jalannya roda usaha manakala personil tersebut tidak ada. Pendek kata, usaha harus terus berjalan meskipun –misalnya– si pemilik sedang sakit. Jangan one man show. </p>
<p>Dalam konteks demikianlah, kaderisasi juga diperlukan. Anda harus meyakinkan bank, bahwa ketika terjadi sesuatu dengan Anda, maka usaha Anda telah memiliki penerus yang tak kalah cakap.</p>
<p><strong>8. Siapkan sharing dana sendiri</strong></p>
<p>Dalam mekanisme pemberian kredit, bank tidak diperkenankan memenuhi seluruh kebutuhan kreditnya (100%). Contoh, untuk investasi pabrik di lokasi baru senilai Rp 1 milyard. Dalam kisaran rata-rata ketentuan bank di Indonesia, Anda harus memiliki modal sendiri sebesar 35%, atau sekitar Rp 350 juta.</p>
<p>Demikian pula untuk modal kerja. Anda harus memiliki share modal sebesar 30%. Namun, khusus untuk modal kerja, share ini dapat berupa aktiva lancar (piutang atau persediaan), modal pesero, akumulasi laba ditahan, dan sebagainya.</p>
<p>Selain untuk menunjukkan kemampuan sendiri, Sharing Dana Sendiri (SDS) diperlukan untuk menunjukkan keseriusan Anda dalam berusaha, sekaligus untuk menciptakan komitmen moral antara debitur dan bank. Artinya, kedua pihak tentu tidak akan bersedia bekerja sama jika usaha yang dijalankan tidak mampu mengembalikan modal yang telah dikeluarkan oleh masing-masing pihak.</p>
<p><strong>9. Sediakan agunan tambahan yang cukup</strong></p>
<p>Sebagai bentuk lain pengembalian kredit, maka Anda harus menyediakan agunan (jaminan) tambahan, baik yang berupa fixed asset (tanah, bangunan, kendaraan) maupun current asset (tagihan, persediaan, uang kas, surat berharga) sebagai second way out (jalan keluar kedua).</p>
<p>Agunan yang utama (first way out) sesungguhnya adalah usaha yang dibiayai. Artinya, hasil usaha yang akan diperoleh itulah, yang harus bisa menutup kembali kreditnya. Agunan tambahan hanya akan digunakan jika hasil usaha Anda tidak dapat diharapkan lagi.</p>
<p>Berapa nilai kecukupan agunan tambahan? Rata-rata perbankan mensyaratkan kecukupan nilai jual cepat (nilai likuidasi) agunan sebesar lebih kurang 120% dari total kreditnya.</p>
<p><strong>10. Memahami ketentuan kredit sekaligus menegosiasikannya</strong></p>
<p>Sangat dianjurkan, bila sebelum mengajukan kredit ke bank, Anda telah mempelajari dan memahami seluk-beluk kredit perbankan. Pengetahuan tentang hal tersebut bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber. Buku, media cetak seputar bisnis, keterangan dari petugas bank, brosur, informasi dari pengusaha lain yang telah berbank, dan sebagainya.</p>
<p>Apa keperluannya? Agar Anda dapat melakukan negosiasi terbaik terhadap bank. Misal, tentang suku bunga yang akan diterapkan. Atau bahkan, tentang skim (jenis) kredit yang paling cocok untuk keperluan Anda.</p>
<p>Pastikan bahwa apa yang nantinya menjadi tipe, struktur dan syarat dalam putusan kredit dapat Anda penuhi dengan baik, tidak memberatkan, dan sesuai dengan kondisi serta perkembangan usaha Anda.</p>
<p><strong>DON’T : apa yang harus dihindari dan tidak boleh dilakukan</strong></p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKFnVQ2ha9I/AAAAAAAAAWc/2gieS_qmt4w/s1600-h/money2.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKFnVQ2ha9I/AAAAAAAAAWc/2gieS_qmt4w/s200/money2.jpg" border="0" /></a><br /><strong>1. Bisnis remang-remang, “lampu merah”, atau terlarang</strong></p>
<p>Jangan pernah sekali-kali mengajukan pinjaman untuk usaha Anda, jika usaha Anda merupakan bisnis terlarang. Misal, bisnis narkoba, obat palsu, kayu selundupan, barang impor ilegal, jual-beli satwa yang dilindungi, penyaluran TKI ilegal dan sejenisnya. </p>
<p>Juga, jika bisnis anda masuk wilayah yang banyak diistilahkan dengan istilah “bisnis remang-remang”, seperti prostitusi, diskotik liar dan hotel/penginapan berkonotasi “mesum”. Bank dilarang membiayai bisnis-bisnis seperti di atas, sebesar apapun prospek bisnis tersebut.</p>
<p><strong>2. Berbohong tentang hubungan yang sedang/pernah terjalin dengan bank lain</strong></p>
<p>Seringkali calon debitur menutupi keberadaan hutangnya kepada pihak lain (bank lain), dengan harapan akan memperoleh besaran hutang yang lebih banyak lagi. Ada juga yang sengaja menutupi prestasi buruk hutangnya di bank lain, agar bank barunya percaya kemampuan pemohon kredit.</p>
<p>Percuma! Anda justru akan langsung mendapat penilaian terburuk seputar karakter Anda, karena bank akan mengetahui kebohongan Anda. Bank memiliki berbagai instrumen untuk mengetahui hal-hal yang coba Anda tutupi, baik melalui Informasi Debitur Individual (IDI) Bank Indonesia, Daftar Hitam Bank Indonesia, serta berbagai informasi dari institusi-institusi terkait serta pengusaha rekanan bank.</p>
<p><strong>3. Cacat kredit</strong></p>
<p>“Cacat kredit” yang dimaksudkan di sini adalah performance kredit yang buruk di bank atau lembaga keuangan lainnya. Track record kredit yang buruk di bank akan menjadi faktor krusial yang menentukan kesediaan lembaga keuangan atau bank lain untuk menerima Anda sebagai salah satu debiturnya.</p>
<p>Intinya, jika saat ini Anda telah memiliki kredit, jaga sebaik-baiknya performance kredit anda sebagai kredit lancar. Kalaupun sedang bermasalah, segera selesaikan dan buktikan dalam perjalanan ke depan bahwa Anda tidak berpotensi menjadi debitur bermasalah kembali. </p>
<p><strong>4. Merekayasa laporan keuangan dan informasi lainnya</strong>    </p>
<p>Rekayasa laporan keuangan biasanya dilakukan dengan tujuan agar kondisi cash flow pemohon kredit terlihat lancar dan profitable. </p>
<p>Namun, di balik itu, rekayasa justru akan berbalik menjadi hal yang merugikan, karena: </p>
<p>(a) bank dapat “membaca” ketidakwajaran laporan keuangan usaha Anda, dengan membandingkan berbagai indikator ideal sebuah jenis usaha, plus cross check ke berbagai pihak yang berkaitan dengan usaha Anda, dan </p>
<p>(b) kebohongan yang terkuak –lagi-lagi– menyeret Anda kepada penilaian buruk tentang karakter. Dan jika sudah sampai kepada tataran tersebut, itu berarti Anda menutup pintu bank bagi Anda sendiri.</p>
<p><strong>5. Jangan miliki ketergantungan</strong></p>
<p>Usaha Anda tidak hanya tidak boleh tergantung pada satu key person saja, tapi juga tidak boleh tergantung pada segelintir pemasok ataupun pembeli saja. Ketergantungan dapat membuat usaha Anda terkena “serangan jantung” yang sifatnya tiba-tiba dan mematikan manakala rekanan tersebut menarik diri dari lingkaran bisnis Anda. Anda akan kelimpungan, dan roda perusahaan terancam berhenti.</p>
<p>Bank tidak akan mau mengambil risiko terlampau besar, jika kemungkinan akan terjadinya hal tersebut cukup potensial.</p>
<p><strong>6. Berubah-ubah rencana</strong></p>
<p>Jangan plin-plan dalam hal rencana pengembangan usaha Anda. Jika Anda telah mempertimbangkan masak-masak dan menetapkan akan mengajukan permohonan kredit untuk rencana A, komitlah dengan rencana tersebut. Masukan positif, sepanjang memperkuat pelaksanaan rencana A, silakan diserap.</p>
<p>Yang tidak dianjurkan adalah, ketika Anda telah mengajukan proses kredit, Anda berpikir untuk lebih baik melaksanakan rencana B. Ketika bank mencoba mengakomodir perubahan tersebut, Anda beralih lagi ke rencana C yang notabene sangat berbeda dengan rencana A dan B.</p>
<p>Apa yang ada di benak petugas bank? Anda bukan orang yang teguh pendirian, plin-plan, mudah terpengaruh, dan tidak bisa commited. Sangat mungkin apabila kredit telah dikucurkan, Anda akan dengan mudah mengalihkan penggunaannya kepada aktivitas usaha yang lain. Bahkan bisa jadi untuk perluan di luar usaha. Dan ini sangat buruk di mata bank.</p>
<p><strong>7. Terlampau mendesak-desak</strong></p>
<p>Anda boleh bersikap proaktif, tapi tidak boleh “hiperaktif” dalam upaya Anda memperoleh kredit. Sebagai lembaga intermediary, bank harus meyakinkan dirinya bahwa dana yang dikucurkan akan dapat dikembalikan dengan baik. Untuk itu, bank memerlukan waktu yang cukup untuk menganalisa kelayakan usaha Anda.</p>
<p>Sekedar saran, jangan Anda “mengintimidasi” bank. Meyakinkan bank adalah keharusan, tetapi “memaksa” dengan mem-pressure proses kredit adalah larangan. Bank akan kehilangan simpati sekaligus kepercayaannya kepada Anda, karena bisa jadi bank menilai bahwa Anda mendesak-desak dengan tujuan agar bank tidak sempat terlalu dalam ketika mengorek informasi tentang Anda dan usaha Anda.</p>
<p>Soal waktu dan momentum, percayalah, bahwa bank senantiasa memperhatikan hal tersebut, karena kredit bank sendiri memiliki prinsip tepat orang, tepat guna, tepat jumlah dan tepat waktu. Dan untuk itu, bank telah memiliki tingkat kewajaran dan maksimal akan durasi waktu proses kreditnya.</p>
<p><strong>8. Mencoba mengiming-imingi petugas bank</strong> </p>
<p>Ini hal non teknis, yang ternyata banyak dilakukan oleh pemohon kredit. Entah iming-iming berupa uang, barang, janji, success fee dan sejenisnya bila kredit dapat dikucurkan. Petugas bank yang baik, tentu tidak akan terpengaruh dengan hal tersebut. Yang terjadi justru kontraproduktif bagi pemohon, karena merupakan indikasi akan ketidakpercayaan diri pemohon dan upaya penutupan “borok” usaha, sebagaimana kesimpulan yang bisa muncul di point 6 di atas.</p>
<p>Analoginya, perlukah kita menyogok petugas kepolisian jika kita yakin tidak melanggar peraturan lalu lintas? Perlukah kita meminta tolong makelar kredit jika kita yakin usaha kita memang layak dibiayai? </p>
<p><strong>SUGGESTION : apa yang sebaiknya dihindari</strong></p>
<p><strong>1. Mengambil kredit karena tergiur persuasi bank</strong></p>
<p>Pernahkan Anda dirayu marketer kartu kredit, hingga akhirnya luluh dan meng-apply kartu kredit, padahal sesungguhnya Anda tidak membutuhkan? Atau, pernahkah Anda tergiur membeli barang yang semula tidak masuk ke dalam rencana belanja akibat bombardir persuasi oleh seorang Sales Promotion Girl?</p>
<p>Apa yang terjadi sesudahnya? Anda menjadi konsumtif, karena merasa “memiliki uang” dalam kartu. Akibat lain, pengeluaran bulanan Anda melonjak dari yang dianggarkan. Siapa yang merugi? Anda sendiri.</p>
<p>Ya, bagaimanapun, bank adalah lembaga bisnis, yang tentu saja berkepentingan dengan keberhasilan penyaluran kreditnya. Karenanya pula, kredit menjadi produk yang senantiasa berusaha dijual kepada publik dengan berbagai kemudahan dan keminimalan konsekuensi.</p>
<p>Sebagai pengusaha yang baik, Anda akan senantiasa mendapatkan tawaran semacam itu. Saran saya, jangan ambil kredit jika Anda tidak memiliki rencana pasti akan penggunaannya. Anda akan terjerat akan kewajiban kreditnya di kemudian hari, karena sangat mungkin pemanfaatan kredit Anda akan tidak terarah dan produktif.</p>
<p><strong>2. Asal menerima kredit</strong></p>
<p>Seringkali putusan kredit yang diberikan bank tidak sesuai dengan permohonan kredit Anda. Baik mengenai jumlah, cara pengembalian, maupun tipe struktur dan persyaratan kredit lainnya.</p>
<p>Apa yang dapat dilakukan? </p>
<p>Pertama, yakinkan bahwa Anda akan dapat memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan. <br />Kedua, jika tidak, lakukan negosiasi dengan pihak bank. <br />Ketiga, jika negosiasi tidak menghasilkan win-win solution, jangan ambil kreditnya. Carilah bank lain yang bisa mewadahi kepentingan Anda.</p>
<p>Jangan takut tertolak di bank lain, sepanjang Anda memang memiliki bargaining power yang kuat tentang kebaikan karakter dan usaha.</p>
<p>Kalau Anda “asal” dalam menerima kredit, kondisi seperti gambaran point sebelumnya yang akan berimbas kepada kesulitan pengembalian merupakan keniscayaan bagi Anda.</p>
<p>Nah, saya berharap, ke-20 tips DDS (Do, Don’t and Suggestion) di atas dapat membantu Anda untuk lebih mantap dan percaya diri dalam mengajukan permohonan kredit ke bank, sehingga bank dapat menjadi pengatar Anda menuju tingkat kesuksesan yang lebih tinggi.</p>
<p><em>*) Fajar S Pramono, manajer pemasaran sebuah bank pemerintah, penulis buku “Rahasia Sukses Ngutang di Bank”.</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/224/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/224/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=224&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/20-jurus-jitu-menembus-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKFlKuF8vHI/AAAAAAAAAWU/WA7NMiXnpCk/s320/rich.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKFnVQ2ha9I/AAAAAAAAAWc/2gieS_qmt4w/s200/money2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TDA Ym Business Conference Edisi Agustus 2008: 20 Jurus Jitu Menembus Bank</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/tda-ym-business-conference-edisi-agustus-2008-20-jurus-jitu-menembus-bank/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/tda-ym-business-conference-edisi-agustus-2008-20-jurus-jitu-menembus-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 02:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/tda-ym-business-conference-edisi-agustus-2008-20-jurus-jitu-menembus-bank/</guid>
		<description><![CDATA[Hello Rekan TDA-ers, Assalamu&#8217;alaikum wr. wb. Semoga email ini menjumpai rekan semua dalam keadaan kesehatan prima, bahagia dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiien TDA Ym Business Conference edisi Agustus 2008 ini akan menghadirkan nara sumber seorang banker BRI, penulis buku Rahasia Sukses Ngutang di Bank, Kolumnis Majalah WK, Duit!, Majalah Pengusaha dan berbagai Media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=223&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKDwHir5CUI/AAAAAAAAAWM/BJCmIp4W_MY/s1600-h/ngutang.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKDwHir5CUI/AAAAAAAAAWM/BJCmIp4W_MY/s200/ngutang.jpg" border="0" /></a><br />Hello Rekan TDA-ers,</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>Semoga email ini menjumpai rekan semua dalam keadaan kesehatan prima, bahagia dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiien</p>
<p>TDA Ym Business Conference edisi Agustus 2008 ini akan menghadirkan nara sumber seorang banker BRI, penulis buku Rahasia Sukses Ngutang di Bank, Kolumnis Majalah WK, Duit!, Majalah Pengusaha dan berbagai Media lain.</p>
<p>Bagi rekan yang saat ini akan memulai bahkan mengembangkan bisnis, dan menganggap modal sebagai kendala, temukan jawabannya disini.</p>
<p>Akan dikupas habis tips dan trik dalam berhubungan dengan bank hingga bisa memperoleh &#8220;dana segar&#8221; yang dibutuhkan. Juga apa saja yang harus dilakukan dan yang jangan dilakukan agar kredit dan bank benar-benar bisa menjadi tim sukses bagi usaha Anda. </p>
<p>Menghadirkan  Bapak Fajar S Pramono<br />Tema: 20 Jurus Jitu Menembus Bank.</p>
<p>Jumat, 15 Agustus 2008<br />Jam 14.00 &#8211; 16.00<br />Host Moderator: Bp Eddy Sulastomo &amp; Arif Budiyono<br />Pembawa Acara: Bp. Lutfiel Hakim &amp; Bp Jonru</p>
<p>Untuk pendaftaran, lihat di milis TDA</p>
<p>Peserta dibatasi 50 orang saja, first come first serve. Silakan mulai mendaftar sekarang. </p>
<p>Ok, terima kasih atas perhatian dan partisipasinya. Sukses buat rekan semua!</p>
<p>Wassalam,<br />AR Junaedi<br />a/n Team TDA Ym Business Conference</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/223/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/223/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=223&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/12/tda-ym-business-conference-edisi-agustus-2008-20-jurus-jitu-menembus-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKDwHir5CUI/AAAAAAAAAWM/BJCmIp4W_MY/s200/ngutang.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mario Teguh Golden Ways: Full Insight!</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/11/mario-teguh-golden-ways-full-insight/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/11/mario-teguh-golden-ways-full-insight/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 09:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/11/mario-teguh-golden-ways-full-insight/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, saya bisa mengikuti tapping acara Mario Teguh Golden Ways di Grand Studio Metro TV. Edisi Perdana bertema &#8220;The Power of Love&#8221;, Kekuatan Cinta. Edisi kedua &#8220;You are Got A Friend&#8221;, kemudian &#8220;No Matter What!&#8221; dan edisi untuk minggu ke empat &#8220;Just The Way You are&#8221;. Acara ini ditayangkan Metro TV setiap hari Minggu mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=222&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKAOWIkhWDI/AAAAAAAAAWE/u77BmLVzWEs/s1600-h/mt.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKAOWIkhWDI/AAAAAAAAAWE/u77BmLVzWEs/s200/mt.jpg" border="0" /></a><br />Alhamdulillah, saya bisa mengikuti tapping acara Mario Teguh Golden Ways di Grand Studio Metro TV. </p>
<p>Edisi Perdana bertema &#8220;The Power of Love&#8221;, Kekuatan Cinta. Edisi kedua &#8220;You are Got A Friend&#8221;, kemudian &#8220;No Matter What!&#8221; dan edisi untuk minggu ke empat &#8220;Just The Way You are&#8221;. </p>
<p>Acara ini ditayangkan Metro TV setiap hari Minggu mulai 19.00 &#8211; 20.00wib.</p>
<p>Atmosfir acara di Metro TV berbeda dengan di O Channel. Baik dari sisi cara penyampaian pak Mario yang lebih hidup, interaktif maupun jumlah peserta yang lebih banyak. </p>
<p>Studio yang cukup besar ini biasa dipakai acara Kick Andy (kebetulan malam sebelumnya saya juga diundang oleh Kick Andy, untuk edisi Music for All). Tata letak panggung, memungkinkan pak Mario bergerak leluasa, berekspresi, dan menyapa audience yang berjumlah sekitar 300 peserta.</p>
<p>Dengan gaya yang khas Super Pak Mario, seperti menghipnotis audience di Studio menyimak kata demi kata yang terangkai menjadi kalimat penuh makna. Santun, dan benar-benar menyentuh.</p>
<p>Materinya penuh inspirasi. Berkali-kali hati saya bergetar ketika pak Mario memberi banyak nasihat kebaikan. Untuk kecemerlangan pribadi, keluarga, kehidupan, berkasih sayang dan kecintaan pada Tuhan.</p>
<p>Motivasi yang diberikan ini bisa terkesan serius namun menjadi ringan dan mudah dicerna dengan diselingi humor Pak Mario yang segar. Kita tertawa bersama namun lebih pada menertawai diri kita yang ternyata masih bisa menjadi lebih hebat dari kita saat ini.</p>
<p>Acara dipandu Charles Bonar yang juga tampil prima, sehingga acara berdurasi satu jam tiap episodenya berjalan mengalir dan penuh antusias. Disesi awal dan akhir, diiringi penyanyi dengan musik yang jazzy sesuai dengan tema materinya.</p>
<p>Seperti yang Pak Mario nasihatkan &#8220;Jangan pernah Anda pergi tanpa tindakan untuk mencoba&#8221;, kemudaian &#8220;hadiahkan diri Anda bagi indahnya kehidupan orang lain&#8221;. </p>
<p>Lalu &#8220;perhatikan apa yang terjadi&#8230;.&#8221; Super!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/222/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/222/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=222&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/11/mario-teguh-golden-ways-full-insight/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SKAOWIkhWDI/AAAAAAAAAWE/u77BmLVzWEs/s200/mt.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pak Wuryanano: Jadilah Pemilik Perusahaan MLM</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/06/pak-wuryanano-jadilah-pemilik-perusahaan-mlm/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/06/pak-wuryanano-jadilah-pemilik-perusahaan-mlm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 06:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/06/pak-wuryanano-jadilah-pemilik-perusahaan-mlm/</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan &#8220;Ingin Berhasil di Bisnis MLM&#8221; kemarin, mendapat sharing pengalaman dari sang praktisi Entrepreneur mumpuni, kang Wuryanano. Berikut saya post lagi. Semoga dapat menjawab dari sudut pandang lain. Buat Kang Wuryanano, Great thanks for yr sharing experience: Bisnis MLM di Indonesia ini memang tidak mudah untuk menjalankannya. Saya dulu pun sempat jadi leader MLM di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=221&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan &#8220;Ingin Berhasil di Bisnis MLM&#8221; kemarin, mendapat sharing pengalaman dari sang praktisi Entrepreneur mumpuni, kang <a href="http://wuryanano.wordpress.com/about/">Wuryanano</a>. Berikut saya post lagi. Semoga dapat menjawab dari sudut pandang lain.</p>
<p>Buat Kang Wuryanano, Great thanks for yr sharing experience: </p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SJlFTIALaNI/AAAAAAAAAV8/_-bGW5awry4/s1600-h/Wuryanano_02.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SJlFTIALaNI/AAAAAAAAAV8/_-bGW5awry4/s200/Wuryanano_02.jpg" border="0" /></a><br /><em>Bisnis MLM di Indonesia ini memang tidak mudah untuk menjalankannya.</p>
<p>Saya dulu pun sempat jadi leader MLM di DXN Indonesia, sudah di level Star Pearl&#8230;dengan bonus sebulan pernah mencapai Rp. 20 Juta,-</p>
<p>Tidak seperti teori bisnis MLM, yang katanya bisa santai menggunakan dan mengatur waktu diri sendiri&#8230;katanya nggak seperti bisnis riil yang kelihatan aktivitas setiap harinya.</p>
<p>Bisnis MLM secara teori memang terkesan enak bisa nggak modal besar dan waktunya santai banget, suka-suka kita yang ngatur.</p>
<p>Tapi dari pengalaman pribadi saya, ternyata justru di Indonesia ini, bisnis MLM membutuhkan waktu yang lebih banyak dibandingkan bisnis-bisnis riil saya lainnya.</p>
<p>Terbukti, begitu saya mengurangi aktivitas di MLM&#8230;wah bonus langsung TERJUN BEBAS. Pernah dapat Rp. 20 juta sebulan&#8230;itu hanya bertahan 3 bulan, setelah itu terus menurun sampai terakhir paling rendah hanya terima Rp.50 ribuan&#8230;dan akhirnya NOL RUPIAH.</p>
<p>Yaa&#8230;akhirnya saya tinggalkan saja deh bisnis MLM ini. Sudah buang-buang waktu sekian lama, ternyata percuma saja, dan di MLM JUSTRU NGGAK BISA DITINGGALKAN&#8230;tidak seperti bisnis riil saya lainnya.</p>
<p>Bagaimanapun juga, kalau saya lihat, untuk membangun bisnis di Indonesia, lebih baik lewat bisnis riil, bukan MLM.</p>
<p>Mungkin banyak yang nggak sadar, bahwa bisnis MLM ini, oleh pengusaha MLM nya&#8230;juga bentuknya bisnis riil dengan manajemen profesional perusahaan pada umumnya. Tetapi produknya dipasarkan dengan sistem MLM, dengan cara menggaet member buat promosi dan penjualan produknya.</p>
<p>Saran saya, Anda boleh saja menjalankan MLM sebagai member. Tetapi lebih baik lagi jika Anda merintis bisnis riil sendiri, bukan hanya sebagai member sebuah perusahaan MLM. Kalau perlu Andalah yang jadi pemilik perusahaan MLM itu&#8230;bukan hanya sebagai member MLM, tapi sebagai Owner Perusahaan MLM.</p>
<p>Demikian sharing saya, semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam Entrepreneur,<br />Wuryanano</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=221&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/08/06/pak-wuryanano-jadilah-pemilik-perusahaan-mlm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_nEF8dy7xkyc/SJlFTIALaNI/AAAAAAAAAV8/_-bGW5awry4/s200/Wuryanano_02.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ingin Berhasil di Bisnis MLM</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/25/ingin-berhasil-di-bisnis-mlm/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/25/ingin-berhasil-di-bisnis-mlm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 07:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/25/ingin-berhasil-di-bisnis-mlm/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Assalamu&#8217;alaikum Pak AR Junaedi, Sebelumnya salam kenal pak, Saya Lukman, status mahasiswa di Jakarta. Saya banyak terima ajakan teman-teman untuk ikut bisnis MLM. Ada CNI, Amway, Tianshi, Madu, wah banyak sekali pak, sampai bingung saya. Menurut bapak, bisnis ini masih bagus ngga prospeknya. Gimana caranya ya pak supaya bisa berhasil di MLM? Kalo denger [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=220&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp1.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SImHPaqFL3I/AAAAAAAAAV0/vXf7gJPX7d8/s1600-h/mlm1.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SImHPaqFL3I/AAAAAAAAAV0/vXf7gJPX7d8/s320/mlm1.jpg" border="0" /></a><br /><em><strong>Pertanyaan:</strong> </p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Pak AR Junaedi,</p>
<p>Sebelumnya salam kenal pak, Saya Lukman, status mahasiswa di Jakarta. Saya banyak terima ajakan teman-teman untuk ikut bisnis MLM. Ada CNI, Amway, Tianshi, Madu, wah banyak sekali pak, sampai bingung saya.</p>
<p>Menurut bapak, bisnis ini masih bagus ngga prospeknya. Gimana caranya ya pak supaya bisa berhasil di MLM? </p>
<p>Kalo denger org yang sukses, bikin saya juga kepengen. Ditunggu ya pak jawabannya. Terima kasih banyak.</p>
<p>Wassalam,<br />M. Lukman </em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Wa&#8217;alaikum salam Pak Lukman yang baik,</p>
<p>Salam kenal juga pak! Selamat ya pak, selagi mahasiswa sudah ada keinginan untuk berbisnis.</p>
<p>Bisnis MLM, seperti disemua bidang bisnis, selalu saja ada yang berhasil, ada yang sangat berhasil, ada yang biasa-biasa saja tentu saja ada yang gagal.</p>
<p>Jadi sebenarnya bukan di bisnis apa, tapi bagaimana cara orang tersebut menjalankan bisnisnya. </p>
<p>Untuk memulai, bisa dari mencari benchmark atau patokan siapa yang terbaik dibidang tersebut. Perhatikan siapa orang-orang atau perusahaan yang menjadi pemimpin yang dikenal terbaik. </p>
<p>Di MLM, tentu saja bapak bisa belajar kepada para leader yang pasti banyak menjadi rujukan. Tiru cara-cara, startegi, juga kesungguhan mereka dalam meniti karir ke jenjang sukses. Kalau istilah NLP di-modelling</p>
<p>Dalam proses peniruan itu, bapak akan menemukan banyak perbedaan dengan diri bapak sendiri. Nah, disinilah perlu bapak modifikasi sesuai dengan karakter sendiri. Justru nanti bapak akan tampil berbeda sebagaimana bapak adanya, dan ini menjadi nilai tambah bapak.</p>
<p>Setiap orang pasti memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Fokuslah pada kekuatan bapak dalam penerapannya.</p>
<p>Yang perlu juga diperhatikan adalah kekuatan mental. Ketegeguhan mental diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan bapak hadapi. Karena persepsi MLM yang cenderung kurang baik dibenak orang, mejadikan orang seperti &#8216;alergi&#8217; bila mendengar bisnis MLM. </p>
<p>Bisa jadi persepsi itu terjadi karena perilaku dan cara-cara approach-nya yang terkadang dianggap sebagai &#8216;menjebak&#8217; calon prospeknya.</p>
<p>Jadi tetap berpegang pada cara-cara baik. Karena kebaikan adalah jalan Tuhan. Dan bila Tuhan berkenan, maka bisnis apapun yang bapak masuki Insya Allah akan berhasil, bahkan lebih dari yang bapak bayangkan.</p>
<p>Buat setiap penolkan seperti jamu, walaupun pahit tapi akan menyehatkan. Penolakan bapak artikan saja sebagai kaca. Cerminan bagi perbaikan kualitas diri dan mempercantik cara-cara bapak dalam berinteraksi. </p>
<p>Karena dalam MLM, yang bapak jual sebenarnya bukan produk itu sendiri, tapi lebih pada penerimaan pada pribadi bapak.</p>
<p>Bapak juga perlu pisahkan apakah perusahaan MLM itu benar-benar MLM atau hanya money game ataupun schema pyramid. Untuk mudahnya, bapak perhatikan saja apakah keberhasilan anggotanya hanya dari merekrut anggota dengan mengabaikan penjualan produk. Lihat juga apakah sudah terdaftar sebagai anggota APLI, dan berbagai kriteria yang bapak bisa pelajari.</p>
<p>Ok pak Lukman, Selamat memulai dan saya turut berdoa untuk keberhasilan bapak.</p>
<p>Wassalam,<br />AR Junaedi</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/220/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/220/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=220&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/25/ingin-berhasil-di-bisnis-mlm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SImHPaqFL3I/AAAAAAAAAV0/vXf7gJPX7d8/s320/mlm1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kegilaan</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/15/kegilaan/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/15/kegilaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 04:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/15/kegilaan/</guid>
		<description><![CDATA[Quote of the day: &#8220;Adalah suatu kegilaan bila melakukan hal yang sama, menerapkan strategi yang sama. Tapi mengharapkan hasil yang berbeda&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=218&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHxD8P6w6oI/AAAAAAAAAVs/aXiZ_iRMaTs/s1600-h/rat+race.gif"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHxD8P6w6oI/AAAAAAAAAVs/aXiZ_iRMaTs/s320/rat+race.gif" border="0" /></a><br /><em>Quote of the day:</em></p>
<p><strong>&#8220;Adalah suatu kegilaan bila melakukan hal yang sama, menerapkan strategi yang sama. Tapi mengharapkan hasil yang berbeda&#8221;</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/218/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/218/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=218&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/15/kegilaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHxD8P6w6oI/AAAAAAAAAVs/aXiZ_iRMaTs/s320/rat+race.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>TDA Ym Business Conference: &quot;Obat Paling Mujarab Menyembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha&quot;</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/13/tda-ym-business-conference-obat-paling-mujarab-menyembuhkan-penyakit-penyebab-kebangkrutan-usaha/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/13/tda-ym-business-conference-obat-paling-mujarab-menyembuhkan-penyakit-penyebab-kebangkrutan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 04:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/13/tda-ym-business-conference-obat-paling-mujarab-menyembuhkan-penyakit-penyebab-kebangkrutan-usaha/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum, Berikut disampaikan jalannya TDA Ym Business Conference, yang telah berlangsung dengan baik dan lancar. Bersama Nara Sumber: Cak Eko, owner franchise Bakso Malang Kota Cak Eko, penulis buku, yang baru saja menjadi Juara I Bisnis Indonesia &#8211; Young Entrepreneur Award, Kategori Utama Tema: &#8220;Obat Paling Mujarab Menyembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha&#8221; Dipandu Moderator Pak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=217&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>Berikut disampaikan jalannya TDA Ym Business Conference, yang telah berlangsung dengan baik dan lancar. </p>
<p>Bersama Nara Sumber: </p>
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHm746zD18I/AAAAAAAAAVM/cGhbMYFGsCM/s1600-h/cak+eko1.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHm746zD18I/AAAAAAAAAVM/cGhbMYFGsCM/s320/cak+eko1.jpg" border="0" /></a><br /><a href="http://cakeko.co.nr/">Cak Eko</a>, owner franchise Bakso Malang Kota Cak Eko, penulis buku, yang baru saja menjadi Juara I Bisnis Indonesia &#8211; Young Entrepreneur Award, Kategori Utama</p>
<p>Tema: &#8220;Obat Paling Mujarab Menyembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha&#8221;</p>
<p>Dipandu Moderator Pak Lutfiel Hakim &amp; Pak Jonru dengan host Moderator Pak Edy Sulastomo dan Pak Arif Budiono </p>
<p>Selamat mengikuti&#8230;</p>
<p><em>lelhakeem: Saya, Lutfiel Hakim di dampingi Mas Jonru akan menjadi moderator dalam TDA YM Biz Conf kali ini</p>
<p>Assalamu ‘alaikum wr wb. </p>
<p>Dengan menyebut nama Alloh yang Maha Pengasih dan Penyayang, Shalawat salam semoga tercurah kepada Rasul – Nya. Agar tetap menjadi berkah dan menebar rahmat, kami, Lutfiel Hakim dan Jonru, mengajak para peserta membuka TDA YM Conference ini dengan doa. </p>
<p>Nara sumber kita adalah CAK EKO (Selanjutnya ditulis CE), pemilik dan pengelola BAKSO MALANG CAK EKO (selanjutnya disebut BMCE). Saat ini BMCE telah memiliki 75 cabang di berbagai wilayah Indonesia, dan dalam waktu dekat akan membuka cabang di Singapura dan California (USA). Omset per cabang BMCE saat ini berkisar antara 20 s/d 90 juta per cabang. </p>
<p>Sebuah pencapaian angka yang patut kita acungi jempol. Meski demikian, pemegang ijazah terakhir S2 dari UI ini mengaku, merasakan jatuh bangun memulai bisnis dari tahun 1997. Mau tahu berapa kali CE mengalami kegagalan? 10 KALI!!</p>
<p>Pria kelahiran Surabaya 5 Mei 1974 ini, telah mencoba berbagai bisnis mulai dengan usaha jual beli handphone, agribisnis, jual busana muslim, jual tasdan dompet, jual kerajinan barang antik, katering, jual beli mobil, ambil franchise makanan ringan dan bakso. </p>
<p>Terhadap kegagalan ini, CE memiliki falsafah: KEGAGALAN ADALAH SUATU PEMBELAJARAN DAN LANGKAH MENUJU KESUKSESAN </p>
<p>Pria yang memiliki hobi memasak ini telah mendapat berbagai award:<br />1. Mendapat penghargaan Indonesian Innovative &amp; Creative award dari menteri koperasi dan UKM, menteri tenaga kerja dan menteri perindustrian <br />2. mendapat penghargaan ISMBEA 2007 dari menteri Koperasi &amp; UKM yang diselenggarakan majalah Wirausaha &amp; Keuangan<br />3. Dinobatkan menjadi pemenang Bisnis Indonesia Young Entrepreneurs award 2008 Kategori Utama</p>
<p>Tentu berbagai award ini tidak didapat secara instan. Namun, yang lebih penting adalah PROSES menuju award dan substansi award tersebut. CE sangat pantas menerima award tersebut. Karenanya, pemilik nama  Henky Eko Sriyantono ini memiliki motto bisnis: Dengan Keyakinan yang kuat mimpi akan dapat diraih. </p>
<p>Suami dari Astri Indrayana sangat berharap usahawan – usahawan muda UKM Indonesia tidak mudah menyerah dan terus memperbaiki diri dengan belajar. CE yakin, jika UKM Indonesia berkembang, akan mampu mengentaskan pengangguran sekaligus membuka lapangan pekerjaan….FUNtastic!!!</p>
<p>Sekarang, mari kita simak bersama, pemaparan dari Nara sumber kita ini, dengan judul&#8221; Obat Paling Mujarab Menyembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha&#8221;</p>
<p>Silahkan cak eko..</em></p>
<p><strong>CAK EKO: Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb. kepada semua Rekan-Rekan TDA yang saya cintai</p>
<p>Saya merasa mendapat kehormatan untuk berbagi pengalaman apa-apa yang selama ini pernah saya alami dan menjadi batu sandungan selam 11 tahun mengarungi pengembaraaan bisnis</p>
<p>Dalam sesi kali ini materi yang akan saya ulas sebenarnya adalah materi buku saya yang ketiga yang akkan terbit bulan Agustus 2008, karena saya sangat cinta pada milis TDA maka saya akan memberi bocoran terhadap beberapa penyakit yang menyebabkan kegagalan usaha.</p>
<p>Penyakit tersebut diantaranya :</p>
<p>1. Dikejar-kejar hutang<br />2. Salah memilih mitra bisnis<br />3. Salah kelola uang<br />4. Ingin sukses dalam sekejap<br />5. dikerjain orang kepercayaan<br />6. Dikerjain mitra usaha<br />7. dikerjain pesaing<br />8. Tidak mau belajar dari keslahan<br />9. Suami istri pegang kendali<br />10. Kredit bank macet<br />11. Terbelit kartu kredit<br />12. Terjerat rentenir<br />13. Mudah tergoda dengan bisnis lain (penyakit ini saat itu saya jadikan pendahuluan yang disampaikan pak AR Juanaedi)<br />14. Gejolak kenaikan harga<br />15. Patah semangat</p>
<p>Nah ke 15 penyakit ini yang sangat krusial penyebab kebangkrutan usaha<br />Dan untuk membahas satu-persatu penyakit tersebut berikut dengan obatnya lebih baik langsung saya serahkan kepada moderator untuk mulai sesi tanya jawab</strong></p>
<p><em>lelhakeem: Baiklah para peserta yang terhormat&#8230;saya buka sesi pertanyaan untuk sesi pertama silahkan &#8230;</p>
<p>hanya untuk lima orang dengan memberikan tanda &#8220;?&#8221;</em></p>
<p>agungmaryanto: ?<br />Narulita sari: ?<br />Ahmad Faiz Fitri: ?<br />tadicahya: ?<br />Dwi Aryssandhy: ?</p>
<p><em>lelhakeem: cukup<br />saya mulai dari pak agung maryanto silahkan&#8230;</em></p>
<p>agungmaryanto: terimakasih pak moderator.. mau tanya utk yang poin ke 9 &#8220;suami isteri pegang kendali&#8221; bisa diberi penjelasan lebih lanjut?</p>
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHm-ttx51II/AAAAAAAAAVU/aRAaF8PBqRo/s1600-h/wifehusband.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHm-ttx51II/AAAAAAAAAVU/aRAaF8PBqRo/s320/wifehusband.jpg" border="0" /></a><br /><em>lelhakeem: Silahkan bisa langsung dijawab oleh CE&#8230;</em></p>
<p><strong>CAK EKO: yang dimaksud suami istri pegang kendali disini adalah adanya dualisme kepemimpinan dimana pihak suami maupun pihak istri mempunyai peran dan kekuasaan yang sama. Nah hal ini yang pada akhirnya sangat menyulitkan dan sakligus membingungkan karyawan. </p>
<p>Karena pagi si Istri punya kebijakan A kepada karyawan dan siangnya suamin punya kebijakan B pada karyawan itupulah dan terhadap suatu hal yang sama.</p>
<p>Dan hal tersebut tidak akan berdampak kepada jalannya usaha namun juga berpengaruh kepada jalannya rumah tangga. Dimana akan ditemu banyak benturan-benturan.</strong></p>
<p>agungmaryanto: cara mengatasinya bagaimana pak?</p>
<p><strong>CAK EKO: Memang perlu diatur agar tdk terjadi benturan dengan memberikan pembagian wewenang dan tugas yang jelas. </p>
<p>Saya sarankan sebaiknya istri terlibat kepada masalah administrasi dan operasional dan suami lebihh banyak kepada maslah strategi untuk pengembangan usaha kearah yang lebih maju</p>
<p>Biasanya pihak istri lebih tekun dalam masalah hitung-hitungan dan administrasi sedangkan suami bertindak selaku pengembang (stragetgi marketing)</strong></p>
<p><em>lelhakeem: Demikian pak agung&#8230;sudah cukup pak?</em></p>
<p>agungmaryanto: sementara sudah cukup pak, terimakasih banyak..</p>
<p><em>lelhakeem: Baiklah&#8230; penanya kedua oelly_07 silahkan</em></p>
<p>Narulita sari: Assalamualaikum pak eko, moderator dan rekan semua<br />Pertanyaan saya, bagaimana penjabaran utk salah kelola keuangan pak.</p>
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHnBsBv3mkI/AAAAAAAAAVc/VOEdPLEi63o/s1600-h/money1.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHnBsBv3mkI/AAAAAAAAAVc/VOEdPLEi63o/s320/money1.jpg" border="0" /></a><br /><strong>CAK EKO: Wa&#8217;alaikumsalam<br />salah kelola uang ini bisa disebabkan beberapa hal  diantaranya :<br />1. Tidak ketatnya kontrol dari bagian keuangan<br />2. Uang pribadi dan uang usaha campur aduk menjadi satu<br />3. Dan yang terakhir menyepelekan masalah piutang</strong></p>
<p>Narulita sari: menurut bapak, berapa persentase dari netto profit <br />yg bisa kita gunakan utk keperluan pribadi pak?</p>
<p><strong>CAK EKO: prosentasi dari netto profit yang bisa digunakan sebaiknya 15-20%<br />Sisanya sebaiknya sebagai modal usaha/laba ditahan untuk pengembangan usaha</strong> </p>
<p>Ahmad Faiz Fitri: !</p>
<p><em>lelhakeem: silahkan mas faiz</em></p>
<p>Ahmad Faiz Fitri: persentase profit yg digunakan apakah tidak sebaiknya mengacu pd tujuan usaha itu sendiri ?</p>
<p>jika usaha diperuntukkan buat &#8220;hidup&#8221;, nah 15-20% itu rasanya tlalu kecil pak<br />tp itupun jg tergantung dr seberapa bsr usaha kita. misal, kalo yg usaha adl amphibi, mungkin persentase itu bs dipakai, krn msh punya pendapatan lainnya</p>
<p><em>lelhakeem: cukup mas faiz, silahkan CE memberikan jawaban</em></p>
<p><strong>CAK EKO: ya memang saya setuju kalau untuk tujuan hidup idealnya digunakan sesuai kebutuhan namun jangan melewati angka 75%</p>
<p>karena ada beberapa usaha misalnya usaha makanan warung yang dimana biaya untuk makan ikut dalam biaya operasional warung tersebut. Namun untuk bidang usaha lain memang dikembalikan kepada tujuan dan kebutuhan</p>
<p>Namun saran saya jangan lewat dari 75% apabila usaha sudah mulai jalan</strong></p>
<p><em>lelhakeem: Oelly silahkan 1 pertanyaan terakhir</em></p>
<p>Narulita sari: bagaimana cara yg baik spy kita tdk mengalami kesalahan pengelolaan keuangan tersebut pak..</p>
<p><strong>CAK EKO: untuk cara terbaik : <br />1. bikin laporan/pembukuan sederhana untuk pengeluaran dan pendapatan tiap hari (harian)<br />2. Pisahkan rekening usha dan pribadi<br />3. Tagih piutang usaha secara kontinyu jangan melemah hanya karena teman atau saudara </p>
<p>Catat biaya operasional dan lainnya yang tak terduga terkait dengan usaha Anda<br />kalaupun terpaksa mengambil uang usaha, maka ambil sebagai kasbon terhadap hasil keuntungan dan jangan sekali-kali memakan modal usaha</strong></p>
<p>Narulita sari: ok pak.. terima kasih</p>
<p><em>lelhakeem: lanjut ke penanya ke 3, mas afaiz</em></p>
<p>Ahmad Faiz Fitri: 2 pertanyaan ya pak<br />1. Kapan kita perlu mencari mitra bisnis dan apa kriteriaya<br />2. Apak maksud &#8220;dikerjain orang kepercayaan&#8221; dan bagaimana menghindarinya</p>
<p><em>lelhakeem: langsung di jawab, silahkan CE</em></p>
<p><strong>CAK EKO: <br />I. Mencari mitra bisnis diperlukan apabila modal kita terbatas namun ide dan peluang usaha yang kita miliki sangat prospektif dan menguuntungkan</p>
<p>adapun kriteria mitra bisnis :<br />1. cari orang yang memang benar-benar mempunyai visi dan misi yang sama serta yang paling penting sama-sama mempunyai jiwa entrepreneurship<br />2. cari mitra yang sudah anda kenal dan pilih yang track recordnya baik<br />3. Cari mitra bisnis berdasarkan profesionalisme ide anda<br />4. Buat surat perjanjian atau komitmen tertulis walau mitra bisnis tersebut masih ada hubungan saudara ataupun teman dekat<br />5. kenali karakternya terlebih dahulu sebelum memutuskan sebagai mitra bisnis</p>
<p>Jadi jangan hanya faktor modal yang dimiliki saja</p>
<p>II. Maksud dikerjai orang kepercayaaan bisa disebabkan beberapa sebab<br />1. terlalu percaya 100% terhadap orang lain<br />2. Salah menilai dan memilih orang kepercayaan, kita harus jeli melihat karakter dan gelagat orang dan jangan hanya terpesona dari penampilan luar<br />3. Merekrut saudara tanpa mempertimbangkan aspek profesionalisme (ini sering terjadi)</p>
<p>Biasanya hal tersebut terjadi apabila mereka sudah mulai iri dan menjadi provokator terhadap karyawan lain untuk merusak/menghancurkan bisnis kita</strong></p>
<p>Ahmad Faiz Fitri: maksud kriteria mitra no. 3 (yg diuraikan cak Eko tadi) ?</p>
<p><strong>CAK EKO: maksud kriteria ke 3 adalah kalau bisa mitra yang anda cari yang memang juga sepaham dan mengetahu paling tidak sedikit dari ide usaha yang anda tawarkan sehingga diharapkan mereka tidak hanya sebagai mitra pasif namun juga bisa memberikan ide2 pengembangan usaha saat sudah berjalan</strong></p>
<p>Ahmad Faiz Fitri: ooo&#8230;ok pak, sudah jelas&#8230;makasih banyak pak</p>
<p><em>lelhakeem: para peserta boleh mencatat hasil confrence ini untuk diaplikasikan dalam bisnis masing &#8211; masing. saya yakin diizinkan cak eko&#8230; betul cak?</em></p>
<p><strong>CAK EKO: ya diperbolehkan</strong></p>
<p><em>lelhakeem: Baik, dengan sangat menyesal, 2 penanya kita ternyata DC, kita akan lanjutkan sesi berikutnya&#8230;</em></p>
<p>Khanif Ilzamy: ?<br />gindo16: ?<br />milla inayati: ?<br />Pepi Mudiana: ?</p>
<p><em>lelhakeem: ok dimulai dari mas khanif..silahkan ..</em></p>
<p>Khanif Ilzamy: ok terimakasih, assalamu&#8217;alaikum semua<br />Saya pernah bangkrut dlam bisnis jual beli emas karena gejolak harga berupa fluktuasi harga yang disebabkan fluktuasi dollar, bagaimana mengatasi fluktuasi harga yang demikian cepat (kadang bisa 3-4 kali perubahan harga dalam sehari)? Kalau harga kita patok tinggi, nggakada yang mau ambil…kalau harga kita patok biasa saja, resiko rugi sangat besar.</p>
<p>pertanyaan saya bagaimana cara mengatasi fluktuasi harga seperti itu?</p>
<p><em>lelhakeem: silahkan cak eko</em> </p>
<p><strong>CAK EKO: baik saya jawab pertanyaan mas khanif<br />untuk mengatasi fluktuasi harga ini memang sangat dilematis disatusisi  daya beli masyarakat melemah namun harga semakin membumbung, saran saya untuk stok lama maka gunakan harga sedikit diatas harga waktu ambil barang emas tersebut. </p>
<p>Dan untuk mensiasati gunakan daya tarik pembeli dengan memberi harga khusus kepada pelanggan-pelanggan anda yang menjual dan membeli emas ditempat anda namun dengan tetap berusaha mempertahankan marjin keuntungan walalu tipis</p>
<p>dan pertahankan harga emas anda tetap masih dibawah haarga emas kompetitor di dekat anda</p>
<p>dan perlu juga melihat tren kemauan pasar kalau memang tetap susah maka anda bisa melirik emas yang nilai karatnya lebih rendah yang harganya terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah</strong></p>
<p>Khanif Ilzamy: seringkali karena fluktuasi yg cukup besar, harga jual seringkali tidak dapat menutup biaya untuk stok barang lagi. kalau seperti itu, bagaimana?</p>
<p><strong>CAK EKO: apabila itu terjadi bapak bisa lebih mengandalkan barang-barang/emas yang dijual oleh pelanggan bapak yang saat itu belinya di bapak sebagai dagangan bapak selanjutnya. </p>
<p>dan apabila hal tersebut masih sulit maka bapak bisa melirik pergerseran kebutuhan konsumen akan perhiasan. maksud saya bisa memperdagangkan perhiasan selain emas</p>
<p>dan pasar yang terbesar adalah para pedagang pasar tradisional yang memang sebagian besar menginvestasikan uangnya dalam bentuk perhiasan</p>
<p>sehingga disamping macam kualitas perhiasan yang dijual kita turunkan <br />sesuai segmen mungkin juga perlu berpindah lokasi ketempat dimana pasar masih sangat membutuhkan (sebagai contoh dekat dengan pasar tradisional yang sakala besar)</strong></p>
<p>zaibtm03: !</p>
<p><em>lelhakeem: ya mas zaib</em></p>
<p>zaibtm03: mungkin emasnya bisa di kembangkan menjadi perhiasan pak</p>
<p>Khanif Ilzamy: ini memang dlm bentuk perhiasan pak Zaib</p>
<p><em>lelhakeem: cukup mas khanif?</em></p>
<p>Khanif Ilzamy: ok terimakasih </p>
<p><em>lelhakeem: lanjut ke penanya berikutnya&#8230; mas gindo silahkan</em></p>
<p>gindo16: setalah melakukan berbagai macam bisnis, apa indikasi bapak untuk terjun dan fokus ke bisnis ini (yg terakhir) ?</p>
<p><em>lelhakeem: silahkan Cak eko</em></p>
<p><strong>CAK EKO: indikasinya adalah enjoy karena sesuai dengan hobi dan kemampuan<br />yang terpenting jangan pantang menyerah karena saya sendiri saat memulai usaha yang terakhir yang saat ini saya jalani adalah tidak pernah tahu dan menduga akan bisa besar. </p>
<p>Yang terpenting apa yang saya lakukan adalah dengan penuh keyakinan untuk meraih mimpi</strong></p>
<p><em>lelhakeem: Peserta yth, MODERATOR dipindah ke pak Jonru</p>
<p>jonrusaja: ok terima kasih Pak Lutfi, penanya berikutnya, milla inayati, dipersilahkan</p>
<p>arkananta_tours: DC Pak<br />jonrusaja: kalau tak ada, dipersilahkan penanya berikutnya<br />arkananta_tours: sebentar saya invite ulang</em></p>
<p>wahyunansyah: !</p>
<p><em>jonrusaja: silahkan Pak Wahyu, menyampaikan pendapatnya</em></p>
<p>wahyunansyah: usul : sebaiknya penanya menyiap pertanyaan lebih dahulu.(materinya kan sudah ada diatas, ) agar menhemat waktu&#8230;. makasih</p>
<p><em>jonrusaja: ok terima kasih ya&#8230; mba mila sepertinay sudah masuk, dipersilahkan untuk bertanya</em></p>
<p>milla inayati: makasih pak jonru, cak eko,assalamu&#8217;alaikum semuanya..</p>
<p>cak eko&#8230;gmn dgn kondisi kenaikan harga saat ini&#8230;mulai dari awal tahun harga sembako nggak stabil, trus BBM ngikut2 naik&#8230;harga2 makanan juga ikut dinaikin?<br />milla inayati: karena saya juga punya warung makanan dan cukup pusing dgn kondisi spt ini</p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan Cak Eko</em></p>
<p><strong>CAK EKO: Wa&#8217;alaikumsalam<br />ya memang dengan harga yang tidak stabil mau tidak mau kita dihadapkan kepada 2 pilihan : </p>
<p>1. mempertahankan pelanggan dengan tetap dengan harga lama atau <br />2. menaikkan harga dengan risiko ditinggal sebagian pelanggan. Nah saat ini yang </p>
<p>saya lakukan adalah kombinasi antara 2 pilihan tersebut.</p>
<p>dimana jenis makanan yang memberi omzet terbesar tetap saya pertahankan harganya sedangkan makanan penunjang saya naikkan.</p>
<p>Memang saya harus menurunkan marjin profit, namun yang terpenting dalam bidang usaha apapun saat ini yang terpenting lebih baik omzet yang dikejar daripada marjin yang besar</p>
<p>pesan saya saat ini kondisi masyarakat daya beli belum stabil, jadi jangan buru-buru naikkan harga kalau memang masih bisa marjin diturunkan</p>
<p>Buat inovasi paket-paket produk makanan yang menarik dengan harga yang murah namun dengan penggunaan bahan baku yang tidak mahal. Jadi lihat dulu dan kenaali segmen dari pelanggan ibu</strong></p>
<p>milla inayati: apa yg harus dipersiapkan utk mem-franchise-kan usaha kita?</p>
<p><strong>CAK EKO: Yang diperlukan: <br />1 Ciptakan produk yang unik dan tidak tren sesaat<br />2. ciptakan resp/formula yang membuat ketergantungan dari franchisee<br />3. Buat sistem produksi dan SOP terlebih dahulu sehingga memudahkan saat pelaksanaan operasional <br />4. Buat sistem laporan manajemen stok bahan baku, manajemen laporan keuangan yang mudah diaplikasikan<br />5. Minimal ibuu harus punya 2-3 cabang <br />6. Ciptakan merek dan logo usaha makanan ibu yang unik dan mudah diingat<br />7. Siapkan SDM dari ibu yang cukup baik untuk tenaga bantu operasional, trainer maupun bagian support marketingnya agar pihak franchisee benar-benar terbantu</p>
<p>mungkin hal-hal tersebut yang perlu ibu persiapkan terlebih dahulu</strong></p>
<p>milla inayati: ok cak..terima kasih banyak utk masukannya</p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan penanya berikutnya mbak pepi</em></p>
<p>Pepi Mudiana: tindakan apa yg harus kita ambil apabila  ditenga jalan kita merasa mitra bisnis kita, kurang bisa mengimbangi apa yg kita mau sbg mitra bisnis? (tidak memberikan suport dan masukan yg bgs u pengembangan usaha.</p>
<p><em>jonrusaja: ok silahkan cak eko</em></p>
<p><strong>CAK EKO: Untuk itu perlunya komitmen dan perjanjian tertulis yang mengatur hak dan kewajiban para pihak. Apabila hal tersebut terjadi padahal sudah diatur diawal bahkan mitra kita juga sudah berkomitmen  untuk turut bekerja namun kenyataannya lain, maka yang dilakukan :</p>
<p>1. Ajak bicara secara pribadi dan jabarkan perjanjian atau komitmen yang telah ditulis diawal dan cari tahu apa penyebabnya.</p>
<p>2. Apabila mitra kita merasa tidak puas dengan hasil dari bagi hasil maka bicarakan ulang bagi hasil yang saling menguntungkan kedua belah pihak sesuai dengan peranan dan modal yang ditanamkan</p>
<p>3. Dan apabila sulit untuk diajak bicara secara terbuka dan baik-baik maka pertimbangkan untuk memutus mitra bisnis kita dengan risiko yang memang harus sudah kita pertimbangkan sebelumnya secara matang demi kemajuan bisnis/usaha anda</p>
<p>demikian mbak pepi</strong></p>
<p>Pepi Mudiana: boleh satu lg? bgmn, menghilangkan rasa sungkan? ato ga enak dalam memutuskan sesuatu thd mitra?</p>
<p><strong>CAK EKO: Memang dalam bisnis kita harus bisa mengesampingkan rasa sungkan atau ewuh pekewuh (kalau orng jawa bilang), justru pelaku bisnis dituntut untuk tegas dan tega baik terhadap mitra maupun karyawan yang sekiranya menghambat usaha kita untuk lebih maju. </p>
<p>Janganlah dipertahankan sebua benalu yang bisa menggerogoti aset usaha anda. apabila hal tersebut anda biarkan karena sungkan maka justru iitu menjadi racun dalam usaha anda. Tapi kembali lagi selesaikan dengan baik-baik dan penuhi yang menjadi haknya selama menjadi mitra.</strong></p>
<p>Pepi Mudiana: berat&#8230;. tp akan sy coba. terimaksih pak.</p>
<p><strong>CAK EKO: Apalagi apabila usaha anda sudah dalam bentuk franchise dimana banyak mitra dengan berabagi kkarakter. Nah ketegasan sangat diperlukan agar usaha anda tetap survive</strong></p>
<p><em>jonrusaja: baiklah teman2, karena keterbatasan waktu, kita buka sesi berikutnya dengan dua penanya saja</em></p>
<p>purplebeefunk: ? dan !<br />wahyunansyah: ?</p>
<p><em>jonrusaja: ok cukup, silahkan buat penanya pertama:</em> </p>
<p>wahyunansyah: bagaimana mensiasati sebuag usaha agar ramai pelanggan, dimana usaha tersebut dikelilingi para kompetitor, di depan, samping dan belakang..<br />kiat2 apa yang harus dilakukan (selain menurunkan harga tentunya)<br />terima kasih,&#8230;</p>
<p><strong>CAK EKO: Apabila hal tersebut terjadi dan kita hadapi, maka senjatanya adalah kita harus menciptakan sesuatu yang beda dalam hal pelayanan. Pelayanan disini bisa berupa pemberian suatu gift (tanda terima kasih), kecepatan pelayanan, keramahan pegawai kita, ketepatan waktu, jemput bola (pelayanan antar dan jemput), yang terakhir buat tempat usaha kita lebih menarik perhatian (eyes catching) dan nyaman </p>
<p>Untuk iitu anda harus sering melihat dan mengamati kelemahan pelayanan yang tidak dimiliki oleh kompetitor anda<br />demikian mas wahyu</strong></p>
<p>wahyunansyah: terima kasih pak&#8230;</p>
<p><em>jonrusaja: pertanyaan pak wahyu sebenarnya no 2, tapi tak mengapa  dilanjut ke purpleleefunk</em></p>
<p>purplebeefunk: Assalamu&#8217;alaikum semua, saya ingin tanya .. Apa perbedaan dari penyakit no: 1, 11 dan 12 dan apa obatnya? </p>
<p><em>jonrusaja: silahkan cak eko</em></p>
<p><strong>CAK EKO: perbedaan no.1, 11, dan 12 adalah pada objeknya<br />nomer 1 menggunakan hutang uang di bank, no.11 dengan menggunakan kartu kredit dan no.12 berhutang melalui jasa peminjaman dengan bunga tinggi yang sering ditawarkan di koran </p>
<p>dan obat untuk no.1, 11 dan 12 adalah : kenali karakter pemberi hutang, kenali jebakan-jebakan bunga sebelum anda ambil hutang di bank, kenali ketentuan-ketentuan dan penalty yang dikenakan, </p>
<p>pertimbangkan dengan matang sebelum anda htung dengan kartu kredit, angsur secara tertib, jangan tergiur oleh tawaran pinjaman mudah dan cepat cair tanpa anda tahu ketentuan dan bunga sesungguhnya, </p>
<p>jangan gunakan uang hutang untuk hal-hal yang konsumtif diluar penambahan modal usaha anda</strong></p>
<p>purplebeefunk: terima kasih banyak CE. sukses slalu</p>
<p><em>jonrusaja: ok terima kasih juga pak atas partisipasinya</p>
<p>baiklah teman2, sepertinya masih banyak pertanyaan, banyak yang belum dapat kesempatan, tapi apa daya waktu yang membatasi kita, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.</p>
<p>konference hari ini kita akhiri dulu, terima kasih banyak pada Cak Eko atas ilmunya<br />semoga bermanfaat bagi kita semua&#8230;<br />saya mewakili tim moderator pamit dulu, sampai jumpa bulan depan</p>
<p>wassalamu&#8217;alikum wr. wb.</em></p>
<p><strong>CAK EKO: Terima kasih juga kepada teman-teman TDA semoga bermanfaat, </p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb<br /> </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/217/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/217/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/217/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/217/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/217/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=217&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/13/tda-ym-business-conference-obat-paling-mujarab-menyembuhkan-penyakit-penyebab-kebangkrutan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHm746zD18I/AAAAAAAAAVM/cGhbMYFGsCM/s320/cak+eko1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHm-ttx51II/AAAAAAAAAVU/aRAaF8PBqRo/s320/wifehusband.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHnBsBv3mkI/AAAAAAAAAVc/VOEdPLEi63o/s320/money1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Agar Terus Semangat!</title>
		<link>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/11/agar-terus-semangat/</link>
		<comments>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/11/agar-terus-semangat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 01:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>junaedi2010</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/11/agar-terus-semangat/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum&#8230; Sebelumnya terima kasih pada semua sahabat yang telah mengirimkan email, comment. Mohon maaf belum semua saya balas. Kesibukan dalam menjalani dua sisi TDA &#38; TDB cukup menyita waktu belakangan ini. Tapi Alhamdulillah, semua terus dimudahkan Allah. Terima kasih juga yang sudah mengingatkan untuk mengupdate blog ini. Kali ini saya coba menjawab pertanyaan dari Pak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=216&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230;</p>
<p>Sebelumnya terima kasih pada semua sahabat yang telah mengirimkan email, comment. Mohon maaf belum semua saya balas. </p>
<p>Kesibukan dalam menjalani dua sisi TDA &amp; TDB cukup menyita waktu belakangan ini. Tapi Alhamdulillah, semua terus dimudahkan Allah. Terima kasih juga yang sudah mengingatkan untuk mengupdate blog ini.</p>
<p>Kali ini saya coba menjawab pertanyaan dari Pak Agan:</p>
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHl68qddE1I/AAAAAAAAAU0/tEOxhrlskPM/s1600-h/car2.jpg"><img style="float:left;cursor:hand;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHl68qddE1I/AAAAAAAAAU0/tEOxhrlskPM/s320/car2.jpg" border="0" /></a><br /><em>Pertanyaan:</em><br />Pak Junaedi,salam kenal dan sukses. Saya adalah sales mobil honda,mau tanya bagaimana agar saya tetap semangat dalam mencari prospek? <br /><a href="http://www.mobil-honda.blogspot.com/">Prigano Budinarta (AGAN)</a>:</p>
<p><em>Jawaban:</em>  </p>
<p>Salam kenal juga Pak Agan. Semangat memang perlu dijaga setiap waktu yang akan menjadi tenaga, kekuatan bagi kita untuk terus bergerak.</p>
<p>Nah, bagaimana caranya agar kita terus bersemangat dan termotivasi?</p>
<p>Yang pertama Pak Agan, <strong>Bangun Ketertarikan</strong>. </p>
<p>Tertarik pada apa yang kita kerjakan. Kalau sudah tertarik apalagi sampai pada tahapan mencintai, maka kita akan terus bersemangat melakukan apapun pekerjaan yang bapak lakukan. </p>
<p>Ketika mengerjakan dengan cinta, maka segenap pikiran, perasaan dan perbuatan akan berkolaborasi menjadi kekuatan yang dahsyat.</p>
<p>Coba saja bapak ingat kembali, ketika pertama tertarik dengan pasangan. Semua yang bapak lakukan untuk si dia terasa begitu menyenangkan, bukan? Saat-saat bersamanya tentu selalu bersemangat. </p>
<p>Ketika ingin bertemu, apapun bisa ditempuh. Hujan, panas, jarak yang jauh bukan lagi halangan. Betul tidak ya&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Nah, kenapa saat itu bisa terus bersemangat? Karena sudah terbangun ketertarikan. Dan kemudian meningkat menjadi mencintai. Tinggal sekarang bapak terapkan yang sama terhadap pekerjaan bapak.</p>
<p>Kedua, <strong>Temukan alasan kuat</strong>.</p>
<p>Pak Agan renungkan sesaat dan temukan jawaban dalam diri bapak: Mengapa bapak harus berhasil dalam menjual? Alasan yang begitu kuat bisa menjadi amunisi pendorong yang terus menerus meletupkan motivasi dari dalam diri.</p>
<p>Alasan ini bisa dari pengalaman masa lalu yang bapak tidak ingin lagi mengalaminya. Atau bisa juga keadaan ideal dimasa depan yang benar-benar bapak inginkan.</p>
<p>Misal, dengan menjadi sales dengan performance terbaik, Pak Agan ingin membuat orang yang Anda cintai bangga dengan prestasi Anda. Atau bisa juga bapak ingin memiliki mobil sport, ingin memiliki rumah yang indah. Atau karena ingin banyak berbagi dengan anak yatim piatu, memberangkat haji kedua orang tua. </p>
<p>Dan banyak alasan lain yang benar-benar bapak inginkan itu terjadi. Tuliskan dengan rinci dan detail. Tulisan tangan akan membantu pikiran bawah sadar bapak untuk turut mnguatkan.</p>
<p>Tanamkan alasan yang kuat ini dalam benak bapak.  Sehingga ini menjadi darah segar yang terus memacu bapak untuk menjalai pekerjaan menuju dream yang jelas.</p>
<p>Jadi bila suatu ketika, semangat turun, segara ingat kembali alasan bapak tadi. You must be success!</p>
<p>Kemudian, <strong>Bergaul dengan lingkungan yang menyemangati</strong>.</p>
<p>Kita memang perlu bergaul dengan siapapun, tapi bapak tetap punya pilihan. Ketika kita bersama dengan orang yang lebih banyak berkeluh kesah, hanya menyalahkan lingkungan, maka aura negatif tersebut bisa menurunkan semangat bapak. </p>
<p>Emosi itu menular lho. Seperti drakula yang menghisap darah segar motivasi bapak ke titik rendah. Jadi hati-hati memilih lingkungan.</p>
<p>Berteman dengan orang-orang yang sukses, lingkungan yang menyemangati. Yang terus memberi dorongan agar bapak terus berada dalam kondisi puncak. Ketika ada penolakan, mereka bisa membantu cari jalan keluar.</p>
<p>Saya sendiri mengikuti dua komunitas yang bisa berbagi dan saling menyemangati. <a href="http://www.tangandiatas.com">Komunitas TDA</a> (Tangan Di Atas) dan MTSC (<a href="http://www.mtsuperclub.com">Mario Teguh Super Club</a>). Bila ada masalah yang mengganjal, maka para member tidak segan untuk membantu. </p>
<p>Kemudian yang penting, <strong>Tetap Tune-in Dengan Pusat Semangat</strong>.</p>
<p>Seperti lampu yang bisa tetap menyala ketika tersambuang dengan sumber listrik. Begitupun diri bapak, bisa terus bersemangat ketika tetap konek dengan Pusat Semangat. </p>
<p>Sumber dari segala sumber kekuatan. Yang tidak pernah tidur, tidak pernah mengantuk Yang selalu sayang dan tetap sayang. Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Kasih.</p>
<p>Ketika segala yang kita lakukan, segenap usaha yang sudah kita upayakan, maka pasrahkan hasilnya pada Dia. </p>
<p>Ketika semua perbuatan baik bapak tersandar sesuai dengan jalanNya, berarti hubungan dengan pusat kekuatan yang Maha Hebat terus terjaga. </p>
<p>Dan Allah tentu akan menyirami hati bapak dengan sinaran semangat. Yang akan terus menyala dan hangat tanpa henti.</p>
<p>Beri arti bagi menjual. Menjual berarti memberi nilai tambah. Bukan hanya bagi bapak, tapi juga bagi customer bapak. Apa yang bapak lakukan bukan hanya demi keuntungan bapak, tapi juga kebaikan bagi pelanggan bapak.</p>
<p>Begitu dulu ya pak, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila kurang berkenan. </p>
<p>Dan yang penting: <em><strong>Tetap Semangat!</strong></em></p>
<p>Wassalam,<br />AR Junaedi</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/arjunaedi.wordpress.com/216/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/arjunaedi.wordpress.com/216/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/arjunaedi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/arjunaedi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/arjunaedi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/arjunaedi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/arjunaedi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/arjunaedi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/arjunaedi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/arjunaedi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/arjunaedi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/arjunaedi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/arjunaedi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/arjunaedi.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/arjunaedi.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/arjunaedi.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=arjunaedi.wordpress.com&amp;blog=1841781&amp;post=216&amp;subd=arjunaedi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arjunaedi.wordpress.com/2008/07/11/agar-terus-semangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">junaedi2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_nEF8dy7xkyc/SHl68qddE1I/AAAAAAAAAU0/tEOxhrlskPM/s320/car2.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
